Perwira Pelayaran Niaga Harus Adaptif

SEMARANG- Sebanyak 138 orang perwira siswa Diklat Pelaut Tingkat I, IV, dan V dilepas sebagai perwira pelayaran niaga dalam Upacara Bon Voyage di Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang, Rabu (26/6).

Mereka akan menghadapi tantangan yang semakin kompetitif di era industri 4.0. Karenanya, perwira pelayaran niaga perlu terus-menerus meningkatkan kemampuan belajar dan keterampilan, serta cepat beradaptasi sesuai kebutuhan dan tuntutan era industri tersebut.

Pernyataan itu diungkapkan Deputi Bidang Sumber Daya Manusia Aparatur, Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Setiawan Wangsaatmaja saat memberikan sambutan dalam bon voyage di PIP Semarang.

“Para pelaut harus jadi salah satu ujung tombak pembangunan bangsa, serta diharapkan dapat berperan aktif dalam memajukan industri pelayaran nasional,” tandas Setiawan.

Menurut dia, era revolusi industri 4.0 ini sebuah perubahan besar bagi sektor industri dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Proses adaptasi terhadap perubahan yang begitu cepat ini perlu didukung semua pihak yang terlibat, yakni pemerintah, dunia usaha, serta masyarakat.

Selanjutnya, perwira pelayaran ini akan dilepas ke medan tugas. Mereka diharapkan dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat, serta mengabdikan dirinya kepada bangsa di bidang maritim.

Sementara itu, Direktur PIP Semarang, Dr Capt Mashudi Rofik MSc mengatakan, program Diklat Pelaut Tingkat I, IV, dan V yang diikuti para perwira ini meliputi seleksi administrasi, kesehatan, tes potensi akademik, dan wawancara. Kemudian, mereka menjalani pekan orientasi dasar, proses belajar mengajar, ujian akhir diklat, serta tes keahlian pelaut. “Mereka akan diberikan Certificate of Competency bon voyage di PIP Semarang.

“Para pelaut harus jadi salah satu ujung tombak pembangunan bangsa, serta diharapkan dapat berperan aktif dalam memajukan industri pelayaran nasional,” tandas Setiawan.

Menurut dia, era revolusi industri 4.0 ini sebuah perubahan besar bagi sektor industri dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Proses adaptasi terhadap perubahan yang begitu cepat ini perlu didukung semua pihak yang terlibat, yakni pemerintah, dunia usaha, serta masyarakat. Selanjutnya, perwira pelayaran ini akan dilepas ke medan tugas. Mereka diharapkan dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat, serta mengabdikan dirinya kepada bangsa di bidang maritim.

Sementara itu, Direktur PIP Semarang, Dr Capt Mashudi Rofik MSc mengatakan, program Diklat Pelaut Tingkat I, IV, dan V yang diikuti para perwira ini meliputi seleksi administrasi, kesehatan, tes potensi akademik, dan wawancara. Kemudian, mereka menjalani pekan orientasi dasar, proses belajar mengajar, ujian akhir diklat, serta tes keahlian pelaut. “Mereka akan diberikan Certificate of Competency (COC) atau Sertifikat Keahlian Pelaut Tingkat I, IV, dan V,” tandasnya.

Mashudi berharap, perwira yang baru menyelesaikan pendidikan di PIP ikut andil dalam kegiatan sektor perhubungan laut, pembangunan nasional, serta transportasi kelautan secara nasional dan internasional. (J17- 45)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *