Perolehan PBB P2 Baru 48%

KARANGANYAR – Perolehan Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB P2) Kabupaten Karanganyar jeblok. Sampai bulan Agustus yang sudah lunas baru satu kecamatan dan 9 kecamatan lainnya mendekati 100 persen dan lainnya kurang dari 40 persen. Perolehan total PBB Kabupaten baru 48 persen atau sekitar Rp 13 miliar dari target sebesar Rp 25 miliar.

”Baru Kecamatan Jatipuro yang lunas, itupun karena PBB-nya hanya ratusan juta saja tak sampai miliaran. Yang lain jeblok ada yang baru 40-an persen justru malah pemilik PBB besar-besar seperti Jaten, Tasikmadu, Karanganyar kota, Colomadu dan lainnya,” kata Plt Kepala Badan Keuangan Daerah Karanganyar, Narimo, Selasa.

Dalam rakor bersama Bupati Juliyatmono, Sekda Sutarno, 17 Camat dan kades serta lurah se Karanganyar di pendapa rumah dinas, Narimo mengatakan, secara riil perolehan PBB selain Jatipuro yang sudah lunas ada beberapa kecamatan yang mendekati lunas. Jumapolo 99,66 persen, Jumantono 98,41 persen, Matesih sudah 89 persen, Jatiyoso 78 persen, Ngargoyoso 79,24 persen, lainnya masih di bawah 50 persen.

Tahun 2018 lalu perolehan PBB lebih bagus. Sampai Agustus sudah 11 kecamatan yang lunas dan ada 59 desa yang sudah 100 persen menyetor PBB. Tahun 2019 ini hanya 46 desa yang lunas dan 1 kecamatan lunas serta 9 kecamatan hampir lunas.

Menurut Narimo, penurunan itu karena petugas pemungut kurang bersemangat dimungkinkan karena honor dihilangkan. Semua honor tahun ini diganti dengan bentuk hadiah pajak yang didasarkan pada kinerja minimal 75 persen. Sehingga itu berpengaruh.

Sebelumnya, tim pemungut di tingkat kecamatan mendapatkan hadiah langsung. Jika PBB lunas pada Matet mendapat 2 %, pemungut desa/lurah mendapatkan 15 % dari PBB yang dipungut, jika lunas pada September pemungut kecamatan menerima 1,25 % dan desa menerima 7,5 %. Sekarang semuanya hilang.

Meski demikian, Narimo yakin sampai akhir tahun akan tercapai target sebesar itu sehingga pihaknya mengintensifkan penagihan baik langsung maupun lewat desa.

Bupati Juliyatmono mengatakan, PBB Karanganyar termasuk yang paling murah karena nilai jual objek pajak (NJOP) yang tidak naik sejak 2007. Karena itu dibanding harga pasar sudah sangat jauh sekali. Harga pasar hanya diberlakukan saat transaksi jual beli untuk pajak bea atas perolehan hak tanah dan bangunan (BPHTB).

”Niatkan saja membayar PBB untuk sedekah bumi karena sangat kecil. Dan tolong lurah, kades, punya WAG (whatshap group) dengan rt dan rw.
Dengan komunikasi yang baik pasti PBB bisa sukses,” katanya. (an-65)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *