Permintaan FLPP Tak Sebanding dengan Alokasi

SEMARANG – Permintaan rumah bersubsidi skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang tinggi tak sebanding dengan alokasi.
Menjelang akhir tahun, Bank BTN Kantor Cabang Semarang hanya mendapat tambahan 200 unit, padahal rumah subsidi yang sudah siap akad 700 unit.
”Masih ada gap. Di BTN Semarang sekitar 500 unit,” ujar Branch Manager Bank BTN Kantor Cabang Semarang P Erianto Hasibuan di sela-sela peringatan HUT ke-43 KPR, kemarin.
Rumah subsidi harga Rp 140 juta per unit, lanjut dia, diminati masyarakat karena suku bunganya rendah, yakni flat 5 persen sepanjang jangka kredit.
Namun, Erianto menjelaskan ada beberapa skim lain yang mungkin bisa menjadi alternatif, yakni program KPR Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) serta skim nonsubsidi KPR masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Kerja Sama
BP2BT merupakan KPR bersubsidi program kerja sama antara Bank BTN dan Kementerian PUPR yang diberikan bersama dengan subsidi uang muka.
Skim itu berlaku bagi masyarakat yang telah mempunyai tabungan untuk pembelian rumah tapak dan pembangunan rumah swadaya.
Dengan uang muka minimal 5 persen, subsidi bantuan uang muka bisa sampai Rp 32,4 juta.
Realisasi penyaluran KPR di BTN Cabang Semarang secara keseluruhan pada Januari-November 2019 mencapai 2.649 unit. Angka itu sudah melampaui target tahun ini 1.811 unit yang didominasi oleh FLPP.
”BP2BT November kemarin sudah selesai. Ada juga MBR, tetapi termasuk komersial, tidak ada subsidi pemerintah dan saat ini belum terlalu diminati oleh masyarakat. Itu bisa menjadi alternatif pembiayaan selain FLPP. Mudah-mudahan tahun depan alokasinya lebih besar lagi. Kita tunggu 2020 karena peminatnya banyak,” tandas dia. (J14-18)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *