Perlu Sinergi untuk Bangun Kota Pekalongan

PEKALONGAN – Untuk membangun Kota Pekalongan diperlukan sinergi antar seluruh komponen masyarakat. Tidak hanya pemerintah, masyarakat juga harus ikut berperan untuk bersama-sama mengatasi berbagai permasalahan dalam rangka membangun Kota Batik.

Hal ini disampaikan Maulana Habib Luthfi Bin Ali Bin Yahya pada acara Halal Bihalal dan Bincang Pembangunan Kota Pekalongan di Ruang Amarta Setda Kota Pekalongan, Selasa (11/6). Pada acara tersebut, Habib Luthfi menyampaikan berbagai gagasan untuk membangun Kota Pekalongan.

Di antaranya tentang wisata air. Selain itu, Habib Luthfi juga memberikan solusi atas permasalahan yang dihadapi daerah itu. Salah satunya rob. Menurut Habib Luthfi, rob bisa tertangani apabila masyarakat peduli terhadap lingkungan.

“Rob tersebut sangat bisa tertampung karena selokan masih mampu. Tapi karena kecerobohan kita tidak ada kepedulian sehingga dangkal. Kepedulian masyarakat dari tokoh masing-masing bisa jadi mesin penggerak program pemerintah untuk menangani rob,” terangnya.

Pada acara tersebut, Habib Luthfi juga menambahkan, akan membantu memfasilitasi audiensi Pemkot dengan Presiden Joko Widodo untuk membahas penyelesaian sejumlah permasalahan yang ada di sana. Sebelumnya, Wali Kota Mochammad Saelany Machfudz memaparkan berbagai keberhasilan yang dicapai Pemkot Pekalongan.

Pertumbuhan Ekonomi

Di antaranya pertumbuhan ekonomi 5,32 persen, penduduk miskin 6,75 persen, dan indeks pembangunan manusia (IPM) 74,24 persen. Selain itu, Wali Kota juga memaparkan berbagai masalah yang dihadapi Kota Pekalongan dan berbagai solusi yang direncanakan untuk mengatasi masalah tersebut.

“Rob sudah sampai Klego. Berdasarkan penelitian, setiap tahun tanah di Kota Pekalongan turun sekitar 20 cm. Ini warning pengeboran air tanah,” terangnya. Berbagai solusi untuk mengatasi rob di antaranya pembangunan stasiun pompa. Hingga tahun 2018 sudah terbangun 15 stasiun pompa. Selain itu ada beberapa usulan untuk mengatasi rob.

Meliputi pembangunan tanggul pantai sepanjang 5,75 kilometer dari total garis pantai Kota Pekalongan sepanjang 6,15 kilometer. Selain itu juga pengadaan sarana prasarana pengendali banjir (pintu dan pompa di muara Bremi-Meduri). Wali Kota juga menyampaikan sejumlah rencana pembangunan yang akan dilaksanakan pada tahun 2020.

Antara lain penanganan banjir rob, pembangunan Pekalongan Baru, penataan Alun-alun Kota Pekalongan dan pembangunan flyover. “Perencanaan ke depan mudah-mudahan akan lebih baik. Penyediaan sarpras pengendali banjir rob, termasuk bantuan dari provinsi, parapet, pompa dan sebagainya.

Rencana pembangunan kota ini juga merupakan sinergi dari beberapa ahli yang kita undang termasuk dari Belanda dan keterlibatan Dewan Riset Daerah serta para kepala OPD terkait, mudah-mudahan bisa segera selesai di akhir tahun ini,” harapnya. Sementara itu, Wakil Wali Kota Achmad Afzan Arslan Djunaid mengajak seluruh komponen untuk menindaklanjuti hasil pertemuan tersebut dalam rangka membangun Kota Pekalongan.

“Mudah-mudahan di bulan Syawal ini bisa menjadi momentum masyarakat Kota Pekalongan beserta tokoh dunia Abah Luthfi bisa bersinergi yang akan berdampak pada kemajuan, kinerja OPD, dan penanganan-penanganan pembangunan di Kota Batik karena beliau memiliki akses langsung ke RI 1,” paparnya. (K30-39)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


yozgat escort kars escort tokat escort osmaniye escort bayburt escort afyon escort kahramanmaraş escort çorum escort fethiye escort kastamonu escort balıkesir escort erzurum escort sivas escort düzce escort ordu escort manavgat escort burdur escort adıyaman escort aydın escort giresun escort mardin escort kutahya escort şanlıurfa escort yalova escort van escort kırklareli escort bilecik escort karaman escort muğla escort zonguldak escort