Perkuat Penangangan Insiden Laut, Bakamla Gandeng USCG

JAKARTA – Aktivitas di perairan Indonesia yang tinggi, berpotensi menimbulkan terjadinya insiden di laut. Antara lain seperti kapal karam, kapal tenggelam, tabrakan kapal, kapal terbakar, juga insiden yang terjadi akibat kegiatan di pelabuhan.

“Misalnya kebocoran atau kerusakan pada pipa gas, minyak, serta dari kegiatan eksplorasi atau eksploitasi minyak dan gas di lepas pantai,” kata Kasubditgarlat Kolonel Bakamla Jukiman Situmorang dalam siaran persnya, Rabu (10/7).

Hal itu disampaikannya saat membacakan sambutan Kepala Bakamla Laksamana Madya Bakamla A. Taufiq R pada pembukaan Incident Command System (ICS) dengan Mobile Training Team (MTT) jajaran United States Coast Guard.

Menurutnya, ICS atau Sistem Komando Penanganan Darurat merupakan suatu standar sistem penanganan kejadian yang digunakan oleh semua disiplin penanganan kedaruratan. Struktur dan manajemen penanganan darurat yang memiliki keahlian atau kompetensi spesifik teknis, dipadukan dalam sistem ICS.

“Sistem itu juga memberikan informasi yang akurat, tegas, akuntabel tinggi, terencana dan kegiatan operasi yang efektif serta dukungan logistik untuk semua kejadian,” ujarnya.

Dia menambahkan, Bakamla mempunyai Kantor Pusat Informasi Marabahaya Laut (KPIML). Dalam pengintegrasian dan kolaborasi antara pengawasan dan perairan melalui sistem peringatan dini, serta pertukaran atau sharing data dan informasi antar lembaga negara, makin diintensifkan.

“Hal itu guna menunjang tugas pokok masing-masing dalam menjaga keselamatan, keamanan dan pertahanan perairan yurisdiksi nasional. Pelatihan antara Bakamla selaku Indonesian Coast Guard bersama stakeholder bidang kemaritiman dengan US Coast Guard, menyajikan konsep, prinsip dan protokol bagian perencanaan yang ditetapkan dalam ICS,” tandasnya.

Perencanaan

Pelatihan yang berlangsung sejak 8 hingga 19 Juli 2019 itu juga akan membiasakan peserta dengan mekanisme kegiatan perencanaan yang ditetapkan dalam ICS. Selain itu, peserta akan dibiasakan dengan mekanisme kegiatan perencanaan.

“Bakamla menggandeng beberapa stakeholder instansi bidang kemaritiman untuk memperkuat sistem penanganan insiden di laut. Hal itu diwujudkan dalam sebuah latihan bersama ICS,” tegasnya.

Dikatakan, perairan Indonesia yang kaya akan sumber alam hayati dan mineral serta memiliki letak geografis yang strategis, menyebabkan tingginya aktivitas di perairan Indonesia. Baik dari kegiatan lalu lintas kapal, penangkapan ikan serta kegiatan eksplorasi dan eksploitasi lainnya di lepas pantai.

“Untuk menghadapi situasi tersebut di atas, diperlukan suatu sistem komando untuk mengkoordinasikan, mengendalikan, memantau serta mengevaluasi kegiatan penanganan insiden di laut. Saat insiden atau bencana terjadi, komando penanggulangan bencana harus segera dibentuk didukung oleh komandan dan staf yang handal,” imbuhnya.

Dikatakan, kegiatan pelatihan ICS ini merupakan sarana untuk memberikan pemahaman kepada peserta tentang ICS sebagai referensi dalam menjalankan tugas sehari-hari di bidang keamanan dan keselamatan laut. Pelatihan itu juga menjelaskan metodologi bagaimana membangun sistem untuk mengelola insiden atau krisis yang direncanakan secara efektif.

“Kegiatan diikuti sebanyak 22 orang personel Indonesian Coast Guard dan instansi terkait serta USCG. Adapun materi yang dikembangkan antara lain Basic Principles of ICS, Incident Commander & Command Stan“ Functions General Staff Functions, ICS Facilities, Command Responsibilities dan beberapa materi lain,” tukasnya.(H28)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


yozgat escort kars escort tokat escort osmaniye escort bayburt escort afyon escort kahramanmaraş escort çorum escort fethiye escort kastamonu escort balıkesir escort erzurum escort sivas escort düzce escort ordu escort manavgat escort burdur escort adıyaman escort aydın escort giresun escort mardin escort kutahya escort şanlıurfa escort yalova escort van escort kırklareli escort bilecik escort karaman escort muğla escort zonguldak escort