Perkemahaan Ilmiah Diharapkan Lahirkan Peneliti Muda

TEMANGGUNG, Suaramerdeka.news – Sebanyak 200 pelajar dari berbagai wilayah di Jawa Tengah mengikuti kegiatan perkemahaan ilmiah remaja regional (PIRR) Jateng di Kabupaten Temanggung. Mereka terdiri atas siswa SMP/MTs, SMA/SMK sederajat. Dari kegiatan ini diharapkan akan lahir peneliti-peneliti muda Indonesia yang kelak bisa mengabdikan keilmuannya untuk bangsa dan negara.

Sekteraris Utama LIPI Nur Tri Aries mengatakan, perkemahan ilmiah remaja regional Jawa Tengah ini terselenggara atas kerjasama Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia (LIPI) dengan Pemkab Temanggung. Acara ini akan berlangsung mulai tanggal 8 hingga 12 Juli 2019.

“Perkemahan ilmiah ini dimaksudkan untuk meningkatkan minat dan kemampuan remaja di bidang ilmu pengetahuan dan penelitian serta membimbing remaja melaksanakan penelitian ilmiah yang terkait lingkungan sekitar. Kami berharap PIRR ini menjadi pemicu lahirnya peneliti-penilti muda handal yang mampu menghasilkan sebuah penelitian yang berguna bagi masyarakat,”ujarnya di sela-sela pembukaan acara di Graha Bhumi Phala Temanggung, Senin (8/7).

Disebutkan, jumlah peserta 200 orang berasal dari 23 kabupaten/kota yang terdiri dari 14 SMP dan 43 SMA/SMK di Provinsi Jawa Tengah. Para peneliti remaja ini akan disebar diberbagai lokasi yang telah ditentukan.

Diantaranya, Embung Kledung di Kecamatan Kledung, mata air Jumprit di Desa Purbosari Kecamatan Ngadirejo, kebun kopi Nursaud di Desa Mergowati Kecamatan Kedu, sentra batik Tinularsih Kelurahan Manding Temanggung. Lalu MPIG Tembakau Srintil di Desa Legoksari, Kecamatan Tlogomulyo, serta lokasi field trip di wisata alam Posong Desa Tlahab Kecamatan Kledung.

Adapun sejumlah instruktur yang dilibatkan berasal dari para peniliti LIPI, sedangkan narasumber adalah para pelaku yang berada di tempat-tempat penelitian, seperti Tumar dan Joko Sungkono yang merupakan ahli sejarah mata air Jumprit, Nursaud pelaku usaha kopi, Lukman Sutopo Ketua Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Tembakau Srintil Temanggung dan lain-lain.

“Selama lima hari para peserta akan melakukan penelitian di lima lokasi tersebut. Kemudian membuat karya ilmiah yang nantinya akan diserahkan ke Bappeda Kabupaten Temanggung,”katanya.(K41-66)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *