Perilaku Korupsi Harus Dicegah sejak Dini

SEMARANG – Mencegah perilaku korupsi harus dilakukan sejak dini, di antaranya bermula saat generasi muda duduk di bangku kuliah.
”Contoh sederhana yang bisa dijadikan gambaran bentuk perilaku mengarah korupsi, yakni ketika mahasiswa gemar menitipkan tanda tangan kehadiran perkuliahan. Kelihatannya itu sepele, tapi merupakan bentuk kecurangan yang bisa menjadi benih korupsi,” kata Inspektur Pembantu Khusus Inspektorat Provinsi Jateng, Dhoni Widianto, di Udinus, Jumat (29/11).
Auditor bersertifikat itu berbicara di depan mahasiswa Fakultas Ekonomika Bisnis (FEB) yang hadir dalam acara Inspektorat Goes to Campus 2019. Forum tersebut menjadi ajang memperkenalkan secara dini mengenai bahaya korupsi yang berisiko merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Acara itu mengundang Wakil Dekan FEB Udinus Dr Mahmud dan Kasubag Administrasi Umum Inspektorat Jateng, Yusdi Noviadi.
Dhoni menjelaskan, mahasiswa juga harus menjauhi perilaku curang. Sebab, sifat gemar menitipkan tanda tangan daftar hadir akan mengantarkan pada sikap tak terpuji. Muaranya generasi muda akan terjebak pada perilaku jalan pintas yang akhirnya ketika menduduki posisi di masyarakat melakukan kejahatan rasuah.
Dia menambahkan, korupsi bisa muncul ketika terjadi kesempatan, keserakahan, dan kebutuhan. ”Dalam teori yang dikemukakan oleh Jack Bologne, lazim disebut Teori Gone, faktor korupsi mencakup serakah (greeds), kesempatan (opportunities), dan kebutuhan (needs),” ungkapnya.
Tekad Bulat
Adapun Yusdi meminta mahasiswa membulatkan tekad tidak akan terbujuk suap dan persekongkolan jahat. Ini perlu diingatkan mendasari data Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tentang pelaku rasuah yang tak mengenal usia.
”Kondisi ini memprihatinkan, karena golongan muda banyak yang terpapar virus korupsi,” katanya.
Kendati demikian, dugaan ini tak boleh membuat kecil hati. Mahasiswa yang merupakan bagian dari generasi muda diharapkan menjadi agen perubahan dalam paradigma pemberantasan korupsi di Tanah Air.
Mahmud mengatakan, forum ini memiliki manfaat besar untuk mahasiswa, karena sebagai calon auditor atau pemeriksa keuangan, mahasiswa harus mengetahui kemungkinan tindak kejahatan kecurangan. Misalnya, dalam penyusunan laporan anggaran, administrasi, dan keuangan yang mengarah pada korupsi. (H41-27)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *