Perampok Obrak- abrik Kantor Disdikbud Boyolali

  • Dua Penjaga Disekap

BOYOLALI- Kawanan perampok beraksi di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali, Komplek Setda Terpadu, Selasa (2/7) dinihari. Kawanan yang diduga lebih dari lima orang tersebut juga menyekap dua penjaga malam.

Kepala Disdikbud Darmanto mengungkapkan peristiwa itu diperkirakan terjadi pukul 03.00. Saat itu sekawanan pelaku datang dengan cara mencongkel pintu depan. Dua penjaga malam yang bertugas tak berkutik karena diancam golok kawanan perampok itu.

Perampok kemudian menyekap keduanya dengan cara mengikat tangan dengan tali, mata dan mulut dilakban. Setelah itu, mereka masuk ke ruang-ruang kantor dan mengobrak-abrik isinya.

”Termasuk ruang keuangan dan ruangan saya ikut juga diobrak-abrik,” ujarnya.

Hanya saja para perampok diduga tidak menemukan barang berharga yang mereka cari. Sehingga kemudian kabur meninggalkan kantor dan para penjaga yang masih dalam keadaan terikat. Kedua penjaga itu adalah Widiantoro (28) dan Andri Susanto (29).

Keduanya diketahui kali pertama oleh Kabid Kebudayaan Disdikbud, Budi Prasetyaningsih sekitar pukul 05.30. Kebetulan dia datang ke kantor lebih pagi karena ada acara ke luar kota. Tujuannya, agar bisa absen terlebih dahulu.

”Setelah absen, saya mendengar ada suara ah uh seperti orang nglindur. Saya cari, ternyata kedua penjaga sudah dalam kondisi dibekap,” kata Budi Prasetyaningsih.

Dia pun membuka tali pengikat kedua penjaga itu dengan cara dibakar menggunakan korek api.

”Beruntung ada penjaga lain yang datang , sehingga bisa langsung saya minta melapor ke pos polisi. Saya juga langsung menelpon Pak Kepala (Kepala Disdikbud Darmanto).”

Setelah polisi melakukan olah TKP, jajaran Disdikbud langsung melakukan inventarisasi barang. Namun, belum ada barang yang diketahui hilang. Hanya server CCTV dan dua ponsel milik penjaga yang dibawa pelaku.

Sekda Boyolali Masruri, mengatakan setiap pekerjaan selalu ada risiko, namun pihaknya mengakui sudah melakukan antisipasi.

Andri Susanto, salah satu penjaga malam yang disekap pelaku mengaku, sudah memiliki perasaan tidak enak sejak malam hari.

”Saat malam hari menyapu, entah mengapa, perasaan saya tidak enak. Sehingga dinihari saat ada suara mencurigakan, langsung bangun. Namun saya langsung disekap para pelaku.” (G10-21)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *