Perajin Golok Kurban Kebanjiran Order

JEKULO, Suaramerdeka.news – Perajin usaha pisau jenis golok untuk menyembelih hewan kurban dan kapak pemotong daging bertulang menjelang Idul Adha 2019 kebanjiran order. Pesanan meningkat hingga beberapa kali lipat, dari hari- hari biasa sekitar 10 hingga 20 buah menjadi 300 hingga 500 buah, bahkan mencapai ribuan menjelang hari raya kurban.

Salah satu pengusaha yang ketiban berkah adalah Sahri Baedlowi (44) warga RT.02-RW.01 Desa Hadipolo Kudus. Pemilik usaha kerajinan CV Hasil Logam selama ini dikenal memproduksi berbagai jenis pisau, golok, kapak, alat pertanian dan pertukangan. Sahri mengatakan, pesanan pisau golok ukuran kecil hingga besar dan kapak ramai saat menjelang Idul Adha. Kapak dan golok spesifik untuk sembelihan ternak atau hewan kurban harganya cukup mahal.

Sebuah golok sembelihan kerbau, sapi dan kambing ukuran besar mencapai Rp 300 ribu, ukuran sedang Rp 250 ribu dan lebih kecil Rp 200 ribu. Sedang kapak pemotong daging bertulang Rp 50 ribu, dan golok paling kecil untuk pemotong ayam Rp 20 ribu.

”Keuntungan lumayan, bisa berlipat dari biaya produksi,” ujarnya, Selasa (6/8).

Pesanan golok yang terbuat baja bekas per kendaraan dan kapak berasal dari seluruh penjuru tanah air. Sedang jenis lain seperti pisau dapur yang terbuat dari stainless pemasarannya lebih luas lagi. Pihaknya mengaku pernah mendapatkan pesanan dari Malaysia dan Australia.

”Pasar penjualan domestik paling besar Jakarta,” terangnya.

Tak hanya golok dan kapak untuk sembelihan hewan ternak, pihaknya juga melayani penjualan pisau dapur dan pisau kecil untuk souvenir pernikahan. Selain itu berbagai peralatan pertanian dan pertukangan.

Di Kudus terdapat dua desa yang selama ini dikenal sebagai sentra kerajinan pisau dan peralatan logam lainnya, yaitu Desa Hadipolo dan Tenggeles Kecamatan Jekulo. Total perajin di Desa Hadipolo sekitar 350 orang dan Tenggeles sekitar 150 orang.

Sahri mengaku memulai usaha kerajinan pisau sejak tahun 1980- an. Hanya bermodal awal 45 ribu, usahanya terus berkembang. Bahkan kini mampu melayani permintaan partai besar baik di Jawa maupun luar Jawa. Pemasaran diawali dari mulut ke mulut, hingga pameran di sejumlah kota di Indonesia. Usahanya terus berkembang juga tak lepas dari pemberitaan media massa.

Selain menjual peralatan pisau, kapak dan alat logam lainnya, pihaknya juga menerima jasa pengasahan pisau agar kembali tajam. Saat ini pihaknya memiliki 10 tenaga kerja, dan dia kini dipercaya menjadi Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Citra Usaha Logam Desa Hadipolo dan KUB Berkah Logam Desa Tenggeles. Masing-masing KUB beranggota 20 orang. (H8-63)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *