Penyimpan Ganja di Sepeda Motor Ditangkap

TEMANGGUNG – Polres Temanggung menangkap Budiyono Eko Wahyudin, warga Bangsri, Kecamatan Nglegok, Blitar, Jatim. Pasalnya, pria ini kedapatan menyimpan ganja di sepeda motornya. Selain sebagai pemakai ditengarai tersangka juga sebagai pengedar meski ketika ditanya hanya mengaku sebagai pecandu saja.
Kapolres Temanggung AKBP Muhamad Ali mengatakan, tersangka diamankan petugas di jalan raya Parakan-Wonosobo, tepatnya di Dusun Catgawen, Desa Caturanom, Kecamatan Parakan, Temanggung. Pengungkapan kasus ini berdasarkan informasi dari masyarakat tentang peredaran narkotika jenis ganja selanjutnya polisi melakukan penyelidikan.
“Tersangka diamankan anggota Satresnarkoba pukul 23.00 WIB di jalan raya Parakan-Wonosobo. Semula petugas melakukan penggeledahan terhadap badan atau pakaian tersangka namun tidak menemukan barang bukti. Selanjutnya petugas melakukan penggeledahan terhadap sepeda motor miliknya dan ditemukan barang bukti ganja disimpan di dalam dek sepeda motor bagian depan belakang plat nomor,” ujarnya, Jumat (29/11).
Disebutkan, barang bukti tersebut berupa tiga bungkus plastik dilakban berisi batang daun dan biji kering tanaman ganja dengan berat kotor masing-masing 98,11 gram, 78,94 gram, dan 23,06 gram.
Membeli
Berdasarkan pengakuan tersangka, dia mendapatkan barang haram tersebut dengan cara membeli dari temannya bernama Eko Kodok.
Tersangka Budiyono menuturkan pembelian dilakukan dengan mentransfer uang kemudian barang diambil di alamat yang telah ditentukan, yaitu sekitar Suramadu Surabaya.
Setelah mendapatkan ganja tersebut, tersangka menyimpannya di dalam dek sepeda motor Honda Vario nomor polisi AG-3350-PU.
“Belinya di Surabaya dan untuk dipakai sendiri. Saya sudah memakai sejak tahun 2009 karena rasanya enak. Harganya Rp 1 juta per ons, nah pas ketangkap saya dari Jawa Timur sedang berangkat menuju Banjarnegara, sekalian mencari dagangan sayur di Temanggung dan Wonosobo,” akunya.
Atas kasus narkoba itu, tersangka dijerat Pasal 114 ayat (1), subsider Pasal 111 ayat (1), lebih subsider Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang Republik Indonesia nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
Tersangka terancam hukuman pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800 juta, dan paling banyak Rp 8 miliar.(K41-36)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *