Pengemudi Ojol Keluhkan Kenaikan Tarif

MAGELANG, Suaramerdeka.news – Pengemudi ojek online (ojol) di Magelang mengeluhkan naiknya tarif akibat ditetapkannya tarif minimum ojek daring melalui SK Menteri Perhubungan pada 3 Juli lalu. Hal ini karena kenaikan tersebut berdampak pada sepinya orderan dari pelanggan.

”Sekarang mahal tarif minimumnya, dari Rp 5 ribu menjadi Rp 9 ribu, hampir dua kali lipat. Akibatnya customer turun. Kalau biasanya bisa 10 orderan per hari, sekarang nyari 7 orderan aja susah, baik grab ride maupun grab food,” ujar Koordinator Driver Grab Muntilan, Aji (22), Kamis (18/7).

Dia menuturkan, berdasarkan SK Menteri Perhubungan No KP 348, Magelang yang berada di pulau Jawa masuk ke dalam Zona I. Pada zona ini, tarif batas bawah Rp 1.800 per km, sedangkan tarif batas atas Rp 2.300 per km. Biaya minimum sekali perjalanan Rp 7.000 – Rp 10.000 per 4 km.

Senada disampaikan Koordinator Persatuan Driver Gojek Indonesia (PD-GI) Shelter Magelang, Tanjung Sanjaya (38) bahwa, banyak keluhan yang masuk ke dirinya. Keluhan tidak hanya dari driver, tapi juga customer.

”Customer menurun, otomatis pendapatan driver juga turun. Sebelumnya bisa Rp 150 ribu dari jam 15.00-22.00 WIB. Kalau sekarang jangan tanya. Kemarin saja tidak dapat orderan,” katanya yang menyebutkan, jenis orderan oleh customer yang mengalami penurunan adalah go ride, khususnya trip pendek.

Sementara itu, Heribertus Dheni Arriyanto (40) driver gojek asal Muntilan mengaku, penurunan jumlah orderan untuk go ride. “Memang agak berkurang setelah berlaku (tarif minimum). Kalau go food tetap rame,” akunya.

Bagi Koordinator Komunitas Driver Gojek Texas Muntilan itu, senang saja ada kenaikan tarif yang membuat pendapatan ikut bertambah. Tapi ia mengaku sering dapat keluhan dari customer.

”Bilangnya, kok sekarang naik?,” tuturnya.

Lain halnya Tanjung yang tidak bisa dapat Rp 150 ribu per hari, Dheni masih bisa mengantongi Rp 150 ribu per harinya. ”Selama orderan masuk kita ambil, kita jadi sering dapat orderan. Tapi kalau pilih-pilih ya tidak rame,” paparnya.

Ia pun menyarankan agar para driver yang sepi orderan untuk mencari lokasi yang ramai. Meskipun masih banyak orderan jenis go food, menurut Dheni untuk orderan go ride mulai kembali normal.

”Anak sekolah dan karyawan setiap pagi sudah ada yang mulai pakai (gojek) lagi,” imbuhnya. (Fil-66)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


yozgat escort kars escort tokat escort osmaniye escort bayburt escort afyon escort kahramanmaraş escort çorum escort fethiye escort kastamonu escort balıkesir escort erzurum escort sivas escort düzce escort ordu escort manavgat escort burdur escort adıyaman escort aydın escort giresun escort mardin escort kutahya escort şanlıurfa escort yalova escort van escort kırklareli escort bilecik escort karaman escort muğla escort zonguldak escort