Pengamat penerbangan: Banyak cara yang bisa dilakukan pemerintah untuk membantu penerbangan nasional

Jakarta,Suara Merdeka.Com.- : Banyak cara yang bisa dilakukan pemerintah untuk membantu penerbangan nasional. Di mana berbagai bantuan yang bisa diberikan pemerintah misalnya penundaan pembayaran dan atau pemberian diskon pada pembelian avtur hingga beberapa bulan ke depan. Hal ini karena avtur merupakan komponen biaya terbesar dalam sebuah operasional penerbangan (sekitar 30-40 %).

Hal itu diungkapkan oleh Pengamat Penerbangan Gatot Raharjo dalam diskusi virtual.bertemakan Solusi Maskapai Penerbangan di tengah Pandemi yang digelar Komunitas Fotografer Aviasi Indonesia (KFAI) di Jakarta akhir pekan lalu. Diskusi dimoderatori salah seorang aktivis sekaligua pengurus KFAI Ira Purwitasari yang juga dosen komunukaai Universitas Mercu Buana Jakarta. Diskusi diikuti segenap komunitas KFAI seluruh tanah air,  peminat masalah penerbangan serta media.

Lebih lanjut Gatot Raharjo yang pernah menjadi staf konsultan  Dirjen Perhubungan Udara dan analisis penerbangan tersebut.mengungkapkan penundaan pembayaran dan atau pemberian diskon pada biaya- biaya di bandara dan navigasi penerbangan.Pembebasan bea masuk komponen/ suku cadang pesawat, penanggungan biaya rapid test penumpang oleh pemerintah, sehingga penumpang tidak terbebani biaya  lagi selain biaya tiket.Pengaturan slot time secara adil bagi maskapai sesuai kapasitas produksinya masing-masing, terutama di rute-rute padat/ gemuk.Tidak mengintervensi harga jual tiket penerbangan dengan memaksakan harga tiket rendah, mengingat tingkat keterisian pesawat (load factor) yang sudah dibatasi hanya 70 %.Tidak memaksakan maskapai untuk membuka penerbangan di rute-rute yang sepi, kecuali ada subsidi untuk maskapainya.

” Membantu maskapai untuk melakukan negoisasi pembayaran hutang baik untuk pembelian atau sewa pesawat, sehingga beban biaya maskapai menjadi lebih ringan,”jelas dia. Bantuan lain diantaranya menstabilkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, karena sebagain besar transaksi maskapai penerbangan nasional menggunakan acuan mata uang dolar AS, melakukan kampanye, bersama dengan maskapai, pengelola bandara dan lainnya terkait penerbangan yang selamat, aman, nyaman dan sehat. ” Dan terakhir, secepatnya mencari cara agar pandemi segera berakhir sehingga kepercayaan masyarakat untuk terbang kembali meningkat. Hal ini sebenarnya yang sangat penting, karena tanpa kepercayaan masyarakat, maka jumlah penumpang tetap akan turun,”ujarnya.Namun di sisi lain, maskapai penerbangan juga tidak boleh tinggal diam dan hanya mengharapkan bantuan dari pihak lain. Ada beberapa hal yang setidaknya bisa dilakukan maskapai untuk bisa bertahan, yaitu melakukan evaluasi dan melakukan  operasional dengan seefektif dan seefisien mungkin. Seperti misalnya mengurangi rute atau frekuensi penerbangan, sesuai permintaan masyarakat.

Dia juga meminta agar maskapai Jangan terlalu bernafsu untuk bersaing dengan maskapai lain, terutama dalam hal megangkut penumpang. Lebih baik memperhatikan terpenuhinya load factor 70 % daripada mengangkut penumpang sebanyak-banyaknya namun load factor turun.

” Tinggalkanlah cara bersaing dengan harga, namun mulailah bersaing dengan layanan, terutama layanan terkait kesehatan penerbangan. Dengan demikian harga tiket yang dijual bisa berada pada batas optimum,”tandasnya.

Untuk itu, dia bisa mengoptimalkan pengangkutan kargo, karena di tengah pandemi ini, logistik tetap diperlukan oleh masyarakat.

Serta melakukan lelah melakukan kampanye, bersama dengan pemerintah, pengelola bandara dan lainnya terkait penerbangan yang selamat, aman, nyaman dan sehat. Dengan tetap menjaga kesehatan para personil, sarana- prasarana penerbangan baik pada pra-saat-pasca penerbangan.

 Memang masih belum diketahui maskapai-maskapai mana dari seluruh dunia yang bisa meraup untung di tengah-tengah masa pandemi covid-19 ini. Sebagian besar hanya bertahan agar bisa menyelesaikan lari marathon ini dengan mengatur ritme dan pernafasan, seperti mengurangi jumlah operasional dan mengharap bantuan dari Pemerintahnya masing-masing.

Dan untuk itu memang diperlukan kerjasama yang erat dari masing-masing pemangku kepentingan baik pemerintah, operator maupun masyarakat agar maskapai –maskapai Indonesia bisa tetap bertahan hingga pandemi selesai.

Ingatlah bahwa sebagai negara kepulauan, kita butuh maskapai penerbangan sebagai salah satu moda transportasi andalan untuk mengalirkan penumpang dan barang dari Sabang sampai Merauke. Kita butuh mereka bertahan sehingga bisa ikut mengembangkan perekonomian nasional baik saat pandemi maupun setelah pandemi selesai.(bn/69)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


yozgat escort kars escort tokat escort osmaniye escort bayburt escort afyon escort kahramanmaraş escort çorum escort fethiye escort kastamonu escort balıkesir escort erzurum escort sivas escort düzce escort ordu escort manavgat escort burdur escort adıyaman escort aydın escort giresun escort mardin escort kutahya escort şanlıurfa escort yalova escort van escort kırklareli escort bilecik escort karaman escort muğla escort zonguldak escort