Pendukung Purnomo-Teguh Tolak Hasil Survei Melambungnya Elektabilitas Putra Jokowi

SOLO- Melambungnya nama putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka sebagai bakal calon kuat Wali Kota Surakarta melampui kandidat calon Wali Kota yang diusung DPC PDIP Kota Surakarta, Achmad Purnomo berdasarkan survei sebuah kelompok tertentu menuai reaksi.

Di tengah upaya keras Pemkot Surakarta mengajak masyarakat agar bersama-sama mencegah penyebaran Covid-19, ternyata ada polling dan berdasar hasil survei, popularitas Gibran meningkat lebih jauh dibanding Achmad Purnomo. Hasil survei tersebut ada yang menilai sekadar hiburan alias guyonan semata, karena jauh dari realita.

“Ya kalau sekedar lucu-lucuan bolehlah. Kami rasa, semua juga sudah tahu kemana arah dari hasil survey itu,” kata BRM Kusumo Putro Tokoh Pemuda Kota Solo yang juga sebagai Deklarator Gerakan Rakyat Untuk Daerah Kota Surakarta (GARUDA), atau relawan pendukung pasangan Achmad Purnomo – Teguh Prakosa yang juga merupakan Deklarator Jokowi-Amin Daulat Indonesia (JADI) dalam Pilpres yang lalu.

Hasil survei tersebut, menurut Kusumo tidak mencerminkan kondisi riil. Setelah dia membaca sejumlah pemberitaan di beberapa media, sedikitnya ada dua hal yang membuat survei itu dinilainya kurang akurat.

“Pertama, kami menilai survei itu tidak sepenuhnya merepresentasikan mayoritas warga Solo, meski disebut respondennya dari DPT. Tapi kenapa dari 5 kecamatan, kok hanya 4 kecamatan yang disurvei,” sebutnya.

Lima kecamatan dimaksud adalah Laweyan, Banjarsari, Pasar Kliwon, Serengan, dan Jebres. Namun dalam survei tidak ada responden dari wilayah Kecamatan Jebres.

“Selain itu, dari simulasi yang dilakukan, terkesan sangat memaksakan menggiring opini publik kepada salah satu calon. Semestinya kalau fair maka juga memasukkan Purnomo sebagai Calon Walikota solo. Tinggal nanti dilihat siapa yang elektbilitasnya tinggi antara dua kandidat calon Walikota yang dipilih oleh rakyat solo,” ujarnya.

Dalam pandangan Kusumo, survei yang disebut dilakukan bekerjasama dengan salah satu PTS di Solo dengan koordinatornya seorang dosen pasca sarjana itu seperti sengaja ingin mendikte parpol dengan cara memanfaatkan media.

“Kami hanya berharap, kepada masyarakat agar jangan mudah terkecoh dengan yang namanya survei. Selain itu, parpol juga jangan lantas terlena dengan bungkus manis survei,” tegas mahasiswa S-3 bidang ilmu hukum di salah satu Universitas di Semarang tersebut.

Mundurnya Purnomo beberapa waktu yang lalu, lanjut Kusumo, sebagai wujud empatinya terhadap wabah Covid-19 yang sampai saat ini belum mereda, artinya Achmad Purnomo secara hati nurani menunjukkan sikap sejatinya sebagai seorang pemimpin yang peduli kepada kesehatan dan keselamatan rakyatnya, dan secara organisasi, Wakil Wali Kota tersebut juga akan selalu tunduk dan patuh terhadap keputusan DPP PDI Perjuangan.

“Jadi terkait hal ini jangan ada pihak-pihak yang justru berbalik menuding Purnomo mempermainkan partai, tapi justru mereka sendiri yang mendikte dan menggiring partai supaya memberikan rekomendasi kepada kader baru yang belum jelas kemampuannya dalam memimpin rakyat Solo,” tegasnya.

Ditambahkan Kusumo, adanya survei sampai tiga kali yang kemudian disusul pernyataan sikap dari kelompok pendukung calon yang belum jelas kemampuannya dalam memimpin rakyat Kota Solo, ini membuktikan bahwa saat ini sedang berlangsung penggiringan opini publik masyarakat agar rekomendasi DPP PDI Perjuangan tidak jatuh ke pasangan Purnomo- Teguh.

“Saya sebagai simpatisan dan inisiator Relawan GARUDA ( Gerakan Rakyat Untuk Daerah Kota Surakarta ) yang didalamnya terdapat 52 element kelompok masyarakat sebagai pendukung Purnomo-Teguh di Pilkada tahun 2020, berharap kepada pihak-pihak tertentu yang tidak senang dengan Purnomo-Teguh jangan kerap memutar balikkan fakta akan kondisi riil di lapangan yang ada di Kota Solo,” ungkapnya.

“Perlu saya sampaikan bahwa FX.Hadi Rudyatmo telah lebih dari 20 tahun memimpin DPC PDI Perjuangan Kota Solo dan telah 43 tahun mengabdikan hidupnya untuk membesarkan partai dari tingkat bawah dan DPC PDI Perjuangan Kota Solo telah lima kali calonnya secara berturut-turut selalu menang dan terpilih dalam Pilkada di Kota Solo. Ini membuktikan bahwa calon yang dipilih dan dijagokan DPC PDI Perjuangan Kota Solo untuk maju dalam Pilkada selama ini melalui penggodokan yang matang dan mekanisme partai yang benar selalu tepat dan akurat memilih calonnya untuk maju dalam setiap Pilkada selama ini,” paparnya. (G11/67)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *