Pendidikan Dasar Harus Membahagiakan Siswa

SEMARANG – Pendidikan dasar merupakan hak setiap warga negara. Pemerintah harus hadir dan menjamin pendidikan tersebut berjalan sesuai dengan ketentuan. Sayangnya saat ini di Kota Semarang masih ada anak usia sekolah yang belum mengenyam pendidikan dasar.

Berdasarkan data jumlahnya mencapai 15,7 persen. Untuk itu Pemkot wajib menurunkan angka tersebut. Demikian disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Wiwin Subiyono, SH saat menjadi pembicara dalam dialog interaktif DPRD Kota Semarang di Hotel Noormans Semarang, belum lama ini.

“Pendidikan dasar masuk dalam pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), jadi harus bisa diwujudkan,” katanya. DPRD Kota Semarang selaku mitra pemerintah dalam melaksanakan tujuan pembangunan siap mengalokasikan anggaran untuk pendidikan. Salah satu tugasnya penganggaran. Dinas Pendidikan tidak perlu ragu dalam mengajukan anggaran pendidikan.

Penguatan pendidikan dasar ini sejalan dengan komitmen pemerintah menerapkan tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs ini yang menjadi agenda internasional berkaitan dengan lingkungan, sosial dan ekonomi. Keberhasilan mencapai tujuan SDGs membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Mengenai penerimaan peserta didik atau PPD tahun 2019, Wiwin Subiyono mengapresiasi langkah yang telah dilakukan Dinas Pendidikan. Sudah beberapa tahun terakhir PPD menggunakan sistem daring dan ini memudahkan masyarakat dalam mendaftar.

“Transparansinya juga terjaga, masyarakat bisa menyaksikan secara real time,” ujar politisi Partai Demokrat ini. Sementara itu pemerhati pendidikan JC Tukiman Taruna Sayogo menegaskan, sesuai dengan SDGs, pendidikan harus bisa membahagiakan. Terutama peserta didik sehingga mereka mau bersekolah dengan nyaman. Kalau tidak membahagikan tentu sulit untuk menciptakan pendidikan dasar bagi semua. Memang, imbuhnya, untuk bisa membahagiakan semua stakeholder mulai dari siswa, orang tua, Dinas Penddiikan dan lain sebagainya bukan persoalan yang gampang.

Harus ada kerja keras dari semuanya agar bisa mewujudkan rasa bahagia itu secara merata. “Kalau tidak bisa 100 persen paling tidak mendekati 100 persen, ini menjadi tugas kita,” katanya. Pemkot Semarang, lanjut JC Tukiman Taruna sudah berupaya mewujudkan pendidikan yang membahagiakan, namun masih banyak yang harus dikerjakan. Menurutnya, pemkot memiliki peran strategis dalam pencapaian SDGs. Ini untuk memastikan implementasi pelayanan publik dan indikator SDGs berjalan dengan baik.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Semarang Drs Heri Waluyo, MPd menyatakan pihaknya terus berupaya mewujudkan pendidikan untuk semua. Salah satunya melalui bea siswa untuk sekolah swasta. Kalau sekolah negeri sudah berjalan dengan baik. “Rencananya tahun 2020 sekolah swasta akan kita gratiskan, tentu yang mau saja,” katanya. (K18,-)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *