Pendapatan group meningkat

JAKARTA.Suara Merdeka Newa.– Maybank, bank keempat terbesar di Asia Tenggara dari segi aset,  mengumumkan pendapatan kuartal pertama yang berakhir 31 Maret 2019 (1QFY2019) tumbuh 0,7% menjadi RM (Ringgit Malaysia) 5,86 miliar dibandingkan RM 5,82 miliar tahun sebelumnya, didukung ekspansi kredit 4,8%.

Laba sebelum pajak (PBT) pada kuartal pertama sebesar RM 2,45 miliar dibandingkan RM 2,56 miliar tahun sebelumnya, seiring dengan langkah konservatif yang dilakukan Grup dalam melakukan penyisihan provisi tambahan bagi nasabah yang dipengaruhi iklim operasional yang penuh tantangan. Laba bersih kuartal pertama sebesar RM 1,81 miliar dibanding RM 1,87 miliar pada 2018.

Pendapatan Grup meningkat didukung oleh kenaikan pada fund based income sebesar1,6% menjadi RM 4,31 miliar, namun peningkatan ini diimbangi sebagian oleh penurunan marjinal pada fee based income menjadi RM 1,55 miliar dari RM 1,58 miliar pada tahun sebelumnya terutama disebabkan penurunan komisi,  service charges dan fee serta kerugian mark-to-market pada kewajiban keuangan.

Komisaris Maybank, Datuk Mohaiyani Shamsudin mengatakan kinerja kuartal pertama ini sesuai dengan perkiraan kami mengingat kondisi geo-politik yang terjadi secara global. “Kami akan tetap fokus pada agenda meningkatkan pertumbuhan melalui pricingkredit yang disiplin, memastikan biaya dan manajemen risiko terkelola baik, serta mendorong produktivitas dan efisiensi untuk kesinambungan pertumbuhan yang akan datang.”

Sementara, Presiden & CEO Maybank Group, Datuk Abdul Farid Alias mengatakan kuartal pertama relatif baik, penyesuaian suku bunga terbaru diharapkan mampu mendukung ekspansi ekonomi pada kuartal yang akan datang dan membawa pertumbuhan yang lebih kuat bagi Malaysia. “Di kawasan regional, ASEAN terus menjadi pasar yang penting bagi Grup dengan pertumbuhan populasi dan ekonomi yang stabil, dan kami terus melihat peluang yang dapat kami manfaatkan, terutama mendorong agenda digital ke depan.”

Kredit & Simpanan

Pertumbuhan kredit stabil di seluruh market utama dengan operasional di Indonesia yang tumbuh kuat 11,3% secara tahunan, sementara pasar internasional lainnya sebesar 4,7%, Malaysia 3,7% dan Singapura 3,4% -menyebabkan pertumbuhan kredit Grup secara keseluruhan  menjadi 4,8% pada kuartal pertama.

Sementara, simpanan gross juga tumbuh pada laju yang sama sebesar 4,8% secara tahunan meskipun dalam persaingan ketat, yang dipimpin oleh operasional di Singapura sebesar 6,6%, diikuti Indonesia sebesar 6,4% dan Malaysia sebesar 2,2%, menunjukkan peningkatan pada  loan-to-deposit-ratio sebesar 92,4% dari 92,7% pada Desember 2018. Namun, persaingan yang ketat menyebabkan penurunan pada net interest margin Grup sebesar 2,30% pada Maret 2019 dibandingkan 2,38% pada Desember 2018.

Likuiditas & Kekuatan Modal

Maybank mempertahankan likuiditas dan modal yang kuat, memastikan posisinya sebagai bank dengan modal terbaik di regional pada akhir Maret 2019. Dengan rasio CET1 lebih menguat menjadi 14,55% dari 13,37% tahun lalu dan total rasio modal sebesar 19,00% (setelah usulan deviden dan asumsi tingkat reinvestasi deviden sebesar 85%), keduanya lebih tinggi secara signifikan dari syarat yang ditetapkan peraturan yaitu masing-masing 7,0% dan 10,5%. Rasio likuiditas Grup juga sehat yaitu sebesar 134,2% juga di atas syarat yang ditetapkan peraturan sebesar 100%.

Kualitas Aset

Rasio gross impaired loans pada Maret 2019 sebesar 2,48% dibandingkan dengan 2,41% pada Desember 2018 sejalan dengan langkah proaktif Grup dalam manajemen kualitas aset. Impairmentsdalam periode ini lebih  tinggi sebesar RM637,3 miliar dibandingkan RM500,8 miliar pada tahun sebelumnya terutama karena top-up of provisioning impairmentsyang sudah ada dan provisioning yang dibuat untuk impairments baru. Meskipun demikian, Grup memperkirakan akan mempertahankan full year net credit charge off guidance sebesar 40bps untuk 2019.

PT Bank Maybank Indonesia Tbk mencatat pendapatan operasional sebelum provisi naik 6,2% menjadi Rp966,5 miliar pada kuartal pertama dibandingkan Rp909,7 miliar tahun lalu. Pertumbuhan Laba Operasional terutama didukung peningkatan pendapatan bunga bersih sejalan dengan pertumbuhan kredit yang mencapai 10,9% pada tiga bulan pertama 2019. Laba bersih tercatat sebesar Rp414,9 miliar pada kuartal pertama dibanding Rp463,1 miliar sebelumnya dikarenakan adanya peningkatan pada provisi kerugian kredit sehubungan Bank mengambil langkah yang konservatif dalam menyisihkan provisi untuk kredit-kredit usaha yang terkena dampak ekonomi yang penuh tantangan.(bng/69)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


yozgat escort kars escort tokat escort osmaniye escort bayburt escort afyon escort kahramanmaraş escort çorum escort fethiye escort kastamonu escort balıkesir escort erzurum escort sivas escort düzce escort ordu escort manavgat escort burdur escort adıyaman escort aydın escort giresun escort mardin escort kutahya escort şanlıurfa escort yalova escort van escort kırklareli escort bilecik escort karaman escort muğla escort zonguldak escort