Pemakai dan Pengedar Ganja Ditangkap

TEMANGGUNG -Satresnarkoba Polres Temanggung berhasil menangkap empat orang pemakai dan pengedar narkotika jenis ganja. Mereka ditangkap secara berantai yang berawal dari tertangkapnya seorang pemakai yang kemudian berturut-turut diamankan pula para pengedarnya.
Kasatresnarkoba Polres Temanggung AKP Sri Haryono mengatakan, semula pihaknya menangkap Nanang Ariyanto (36) warga Kampung Kemalangan, Kelurahan Parakan Wetan. Dia ditangkap di depan Pasar Adiwinangun Ngadirejo, tepatnya di dekat jembatan Kali Deres.
“Dari tersangka Nanang kita amankan barang bukti berupa ganja dengan berat kotor 2,43 gram, dan tiga linting rokok siap pakai berisi ganja berat kotor 1,47 gram. Dia mengaku mendapat ganja itu dengan membeli lewat Tri Agus Kristanto (42), warga Desa Ketitang, Kecamatan Jumo yang juga kita amankan,”ujarnya kemarin.
Dari hasil interogasi tersangka Tri Agus mengaku membeli ganja dari Rivan Dwi Saputro (22), warga Kampung Kemalangan, Kelurahan Parakan Wetan yang kemudian menyusul ditangkap. Ternyata Rivan pun menjual ganja yang dia beli dari penjual lainnya.
“Ternyata rangkaian kasusnya menjadi panjang, sebab mulai dari pemakai Nanang yang membeli dengan perantara Tri Agus yang juga mengaku membeli dari Rivan Dwi Saputro. Tak hanya sampai di situ, dari Rivan terkuak rantai perdagangan ganja melibatkan banyak pihak, dan masih terus kami dalami sampai sekarang,” katanya.
Pengembangan
Dari nyanyian tersangka Rivan itu, polisi melakukan pengembangan dan menangkap Johan Istanto (33) warga Desa Wanutengah, Kecamatan Parakan. Sementara ini dia merupakan muara dari berdarnya ganja di wilayah Parakan dan sekitarnya. Johan pun tak dapat berkutik ketika digerebek polisi di rumahnya dan tanpa perlawanan dia digelandang ke Mapolres Temanggung.
Selain itu, dari tangan Johan berhasil diamankan sejumlah barang bukti ganja kering dengan berat kotor 20,39 gram, satu kotak plastik kuning berisi satu alat isap bong, satu pak plastik klip, dua korek api, dan satu pipet kaca, serta ponsel merek Xiaomi.
“Saya juga dapat barang dari membeli dari seseorang bernama Ketip (DPO), tapi saya tidak tahu pasti alamatnya di mana soalnya kalau beli transaksinya lewat HP, lalu uang saya transfer. Habis itu tinggal menunggu barang datang di letakkan di suatu tempat yang telah disepakati,” akunya.
Keberadaan Ketip pun terus diburu polisi, sedangkan empat tersangka masih ditahan dan dimintai keterangan lebih lanjut guna pengembangan kasus. Para tersangka akan dijerat dengan primer Pasal 114 ayat 1 subsider Pasal 111 ayat 1, lebih subsider Pasal 111 ayat 1, lebih subsider Pasal 127 ayat 1 huruf a UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkoba. Mereka terancam hukuman 12 tahun penjara, dan denda Rp 12 miliar.(K41-36)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *