Pegiat Literasi Perlu Berinovasi

BANYUMAS – Untuk meningkatkan minat baca dan tulis masyarakat sebagai literasi dasar, pegiat literasi di wilayah pedesaan dituntut lebih kreatif dan inovatif. Hal ini penting agar perpustakaan, taman bacaan masyarakat ataupun kegiatan literasi semakin hidup dan ramai dikunjungi masyarakat. Pengelola Perpustakaan Desa Tinggarjaya, Kecamatan Jatilawang, Fitrohatun Nur Qoyimah mengatakan peran aktif pengelola perpustakan sangat penting di masa sekarang ini.

Di era teknologi informasi dan komunikasi, pengelola perpustakaan harus terus meningkatkan pengetahuannya untuk mendorong pengelolaan perpustakaan. “Untuk menarik para pengunjung perlu diadakan kegiatan seperti lomba sinopsis, lomba bercerita dan masih banyak lagi. Jadi pengelola perpustakaan harus bisa melakukan ‘jemput bola kepada masyarakat. Ini tidak bisa dilaksanakan sendiri,” jelasnya.

Dikatakan Fitrohatun, kesempatan masyarakat untuk membuat perpustakaan atau taman bacaan masyarakat di desa sebenarnya cukup terbuka lebar. Apalagi ada kesempatan untuk mendapatkan alokasi anggaran dari pemerintah desa di bidang literasi ini.

“Selain dari pemerintah desa, sekarang juga sudah banyak bantuan buku dari berbagai pihak. Namun yang terpenting dulu adalah bagaimana mengajak menyukai buku terlebih dulu di tengah dunia digital yang telah menyita waktu,” ujarnya. Pegiat Taman Baca Pucang, Desa Karangkemiri, Kecamatan Pekuncen, Nizar Zulmi mengakui butuh kerja keras untuk mengajak masyarakat untuk membaca.

Terlebih lagi dengan berbagai faktor sosial dan lingkungan yang ada, maka masyarakat yang membaca buku masih sangat sedikit. Tak heran jika keberadaan taman bacaan masyarakat yang ada di desa belum termanfaatkan maksimal. “Makanya saat ini kami dorong agar generasi muda untuk bisa membaca.

Target sasarannya kita prioritaskan terlebih dulu untuk anak-anak, pelajar dan pemuda. Dukungan dari pemerintah juga dibutuhkan untuk memfasilitasi kegiatan yang menstimulasi minat baca ini,” katanya. Nizar mengatakan untuk meningkatkan literasi masyarakat, butuh kreativitas dari pengelola kegiatan literasi untuk mendekati masyarakat.

Kreativitas dan inovasi pengelolaan taman baca diperlukan agar dunia literasi makin digemari generasi muda. “Tantangannya sekarang cukup banyak, perkembangan teknologi informasi yang membuat generasi milenial lebih tertarik dunia ‘game’ ketimbang buku menjadi contohnya. Makanya tak hanya literasi dasar baca tulis saja, tetapi juga pegiat literasi harus semakin jeli dan pekat untuk mengembangkan literasi di bidang media,” jelasnya.

Pegiat Sekolah Rakyat Luar (K)otak, Ajibarang, Dini Rahmat Aziz mengatakan untuk menumbuhkan iklim literasi pihaknya juga terus merangkul anak-anak muda yang punya hobi terhadap buku, kriya dan sebagainya. Dari komunitas-komunitas yang telah bertumbuh secara swadaya dan sukarela ini menunjukkan betapa literasi sebenarnya telah mulai tumbuh.

“Sekarang ini tinggal bagaimana pemerintah, masyarakat atau pihak peduli terhadap literasi merangkul mereka untuk terus bergerak. Apalagi sekarang ini soal literasi tak hanya berkutat soal buku saja, tetapi soal pengetahuan digital, audio visual dan sebagainya,” katanya.(K37-20)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


yozgat escort kars escort tokat escort osmaniye escort bayburt escort afyon escort kahramanmaraş escort çorum escort fethiye escort kastamonu escort balıkesir escort erzurum escort sivas escort düzce escort ordu escort manavgat escort burdur escort adıyaman escort aydın escort giresun escort mardin escort kutahya escort şanlıurfa escort yalova escort van escort kırklareli escort bilecik escort karaman escort muğla escort zonguldak escort