Pedagang Tunggu Kesiapan Pemkot

-Relokasi ke Pasar Johar

SEMARANG – Para pedagang Pasar Johar hingga kini masih menempati tempat relokasi di dekat Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Mereka menyatakan siap untuk kembali ke Pasar Johar. Mereka pun menunggu Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melakukan penataan pedagang.

Ketua Persatuan Pedagang dan Jasa Pasar (PPJP) Korwil Johar, Surachman mengatakan, para pedagang bersedia pindah ke Kompleks Pasar Johar. Mereka berharap semua dapat tertampung di sana.

Adapun pedagang di Kompleks Pasar Johar itu mencapai sekitar 7.000 orang. Mereka meliputi pedagang Pasar Johar Utara, Tengah, Selatan, Yaik Permai, Yaik Baru, dan Kanjengan. Jumlah itu bahkan diperkirakan bertambah jika dihitung dengan pedagang pancakan. Dia mengatakan, jika dipindah secara bertahap, para pedagang akan menolaknya. Sebab, dengan kebijakan tersebut dikhawatirkan akan kesulitan untuk menentukan siapa saja pedagang yang akan pindah terlebih dulu.

”Kalau ini sampai terjadi, kami khawatir akan terjadi kericuhan atau timbul kecemburuan di antara pedagang. Ini karena belum tentu mereka yang diminta tinggal bersedia. Mereka pasti akan mempertanyakan nasibnya. Apalagi mereka masing-masing terdata secara resmi. Seandainya ini dilakukan, kami tidak mau campur tangan,” ujar dia, Selasa (14/1).

Dia mengatakan, perihal kepindahan pedagang ke Pasar Johar itu telah disampaikannya kepada Wali Kota dan Dinas Perdagangan Kota Semarang.
Hingga kini, kata dia, dari rencana pembagian pedagang di empat lokasi di kompleks par itu, baru terealisasi untuk Pasar Johar Bangunan Cagar Budaya (BCB).

Lokasi itu, kata dia, hanya mampu menampung 60 persen pedagang Pasar Johar di sebelah utara dan tengah saja. Adapun jumlah pedagang tersebut mencapai sekitar 2.400 lebih pedagang. Untuk itu, dia mengusulkan, agar Pemkot segera merampungkan pembangunan tiga lokasi lainnya.

”Kalau hanya 60 persen, artinya baru bisa untuk menampung sekitar 1.500 pedagang. Sementara 40 persen pedagang lainnya di Pasar Johar sebelah utara dan tengah belum tertampung. Intinya, kami bersedia direlokasi kembali asalkan secara keseluruhan. Untuk itu, kami bersedia pindah bila tempat tersebut telah siap,” katanya.

Ukuran Kios

Permasalahan ini, papar dia, terkait pembahasan ukuran tempat berdagang. Menurut dia, pedagang sebelum Pasar Johar BCB direvitalisasi memiliki kios atau toko dengan ukuran bervariasi. Ada yang berukuran 20-60 meter, sedangkan untuk los ukurannya 6-12 meter, dan dasaran terbuka berukuran 3-4 meter.

”Sementara setelah direvitalisasi, ukuran baru yang ditetapkan untuk kios atau toko hanya 2×3 meter, los 2×2 meter, dasaran terbuka 1,5 x2 meter. Untuk itu, kami minta ada tim yang benar-benar melakukan validasi data, agar transparan dan terbuka. Kami siap membantu Pemkot agar dalam penataan tidak sampai bergejolak,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fravarta Sadman menyatakan belum bisa berkomentar banyak terkait hal tersebut. Pasalnya, hingga kini pengembang belum menyerahkan bangunan Pasar Johar BCB kepada pemerintah.

”Bangunan pun masih dalam tahap penyelesaian akhir. Kami belum bisa berbuat banyak terkait hal tersebut. Termasuk dalam hal merelokasi kembali pedagang,” ujarnya. (ary-22,58)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *