Pasokan Air Lereng Merapi Mulai Surut – Pemkab Siapkan Droping

KLATEN – Pasokan air di rumah warga kawasan paling puncak lereng Gunung Merapi mulai surut menyusul datangnya musim kemarau. Bahkan warga ada yang mulai membeli air bersih.

Menurut Jenarto Jek, warga Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang pasokan air utama warga dari mata air Bebeng di Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta mulai menyusut. ” Warga sebagian ada yang mulai membeli air bersih,” katanya, Minggu (19/5).

Dikatakannya, hujan sudah sekitar dua pekan tidak turun di kawasan desa puncak Gunung Merapi. Meskipun ada mendung tetapi tidak sampai turun hujan. Di desanya dan desa sekitar, warga memiliki bak penampungan air hujan.

Namun karena dipakai untuk keperluan mandi, cuci dan kakus (MCK) serta minum ternak sapi, air di bak sebagian mulai habis. Bak penampungan air yang ukuranya kecil sudah tidak memiliki stok air.

Sementara di desanya ada proyek pengadaan jaringan air bersih dari pemerintah dari program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) tetapi belum selesai. Kegiatan baru selesai 40 persennya sehingga belum banyak membantu warga. Dampaknya warga ada yang mulai membeli air ke pedagang air swasta.

Harganya ada yang sudah mencapai Rp 200.000-Rp 250.000 per tangki ber kapasitas 5000 liter. Di desanya selama ini ada sebagian warga mengandalkan pasokan air dari mata air Bebeng di kabupaten tetangga. Namun karena kemarau debitnya mulai berkurang.

Tidak Turun

Kaur Perencanaan Desa Balerante, Kecamatan Kemalang, Jainu membenarkan mulai surutnya pasokan air bersih di rumah warga. ”Dari hasil rapat paguyuban penggurus pengguna air Bebeng ada laporan dari lapangan debit mulai berkurang,” ungkapnya.

Hanya saja berkurangnya berapa belum secara detail diukur. Meskipun menurun tetapi kebutuhan air bersih warga masih tercukupi. Di desanya hujan sudah tidak turun dua pekan lebih. Bagi warga yang memiliki jumlah ternak sapi dua ekor atau lebih, mau tidak mau harus mulai membeli ke tangki swasta.

Harganya masih pada kisaran Rp 120 ribu per tangki. Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Klaten, Sri Yuwana Haris mengatakan BPBD belum mengedrop air sebab belum ada ajuan permintaan dari desa.

Dari pemantauan dan koordinasi dengan desa, ketersediaan air bersih masih mencukupi meskipun mungkin menyusut. Menghadapi kekeringan BPBD sudah mengusulkan rancangan SK status siaga kekeringan dan melalui anggaran APBD telah mengalokasikan anggaran Rp 200 juta. Jumlah pengiriman bantuan air direncanakan sebanyak 800 tangki atau sekitar 4 juta liter.

Apabila dana habis, bisa menggunakan dana siap pakai APBD sebesar Rp 539 juta. Awal musikm kemarau dimulai 10 hari di awal bulan Mei, puncak musim kemarau diperkirakan jatuh pada bulan Agustus 2019 dan akhir kemarau 10 hari terakhir bulan November. Musim kemarau tahun ini lebih panjang 10 hari dibandingkan tahun 2018. (H34-21)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


yozgat escort kars escort tokat escort osmaniye escort bayburt escort afyon escort kahramanmaraş escort çorum escort fethiye escort kastamonu escort balıkesir escort erzurum escort sivas escort düzce escort ordu escort manavgat escort burdur escort adıyaman escort aydın escort giresun escort mardin escort kutahya escort şanlıurfa escort yalova escort van escort kırklareli escort bilecik escort karaman escort muğla escort zonguldak escort