Pancasila Kesepakatan Bersama Pendiri Bangsa

SALATIGA – Berkali-kali upaya mengganti Pancasila sebagai ideologi Bangsa Indonesia, terjadi di Negara ini. Padahal Pancasila merupakan kesepakatan bersama para pendiri bangsa, sebagai dasar menjalankan kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Seharusnya Pancasila itu sudah final dan merupakan harga mati yang harus dipertahankan, sampai kapan pun. Ideologi Bangsa Indonesia itu pun masih relevan hingga saat ini.
Hal tersebut diungkapkan anggota DPRD Kota Salatiga Ir Hj Diah Sunarsasi, Minggu (28/6), menyinggung kondisi akhir-akhir ini, karena selalu muncul kekisruhan di tengah masyarakat tentang Pancasila. ”Saya kira kita harus sadar bahwa selalu saja ada yang berusaha mendongkel dan mengubah Pancasila sebagai ideologi negara. Banyak upaya orang-orang atau kelompok tertentu yang ingin mengubah ideologi negara ini. Dan itu tidak perlu dan tidak dibenarkan. Pasti akan ditolak oleh berbagai elemen bangsa ini,” kata Diah, yang juga kader Partai Demokrat Kota Salatiga tersebut.
Menurut Diah, kondisi tersebut membuat masyarakat menjadi bingung. Masyarakat juga bertanya, sebenarnya ada apakah negara ini, ketika muncul keributan dan kekisruhan di tengah masyarakat terkait Pancasila. Celakanya informasi yang diterima masyarakat itu kadang juga sepenggal-sepenggal, terlebih lewat media sosial.
Mengganti
Sebagai contoh ketika ada pembahasan tentang Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP), masyarakat tidak mengerti apa arah adanya RUU Itu. ”Kita bahkan mendengar saat ini, Pancasila akan diubah menjadi Eka Sila dan lainnya. Konsep ini secara tidak langsung membuat bingung masyarakat, karena tersirat Pancasila diganti,” ujarnya.
Diah mengingatkan bahwa Pancasila merupakan ideologi bangsa yang disepakati bersama oleh para pendiri bangsa dari berbagai agama dan suku, pada saat itu (ketika Indonesia merdeka). Artinya Pancasila bukan merupakan ide satu orang atau karya seorang, tetapi merupakan kesepakatan bersama pendiri bangsa. Pancasila merupakan kompromi bangsa yang disepakati bersama pada 18 Agustus 1945 dalam sidang BBUPKI dan bersamaan dengan lahirnya UUD 1945. (H2-68)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *