Pakai Atribut Militer Warga Sipil Dirazia

SLEMAN, Suaramerdeka.news – Operasi gabungan TNI di wilayah Korem 072/Pamungkas Yogyakarta mendapati empat warga sipil yang menyalahgunakan atribut militer. Keempat warga sipil itu terjaring dalam operasi gabungan yang berlangsung di depan Ruko Bayeman Permai Jalan Wates Km 3,5 Yogyakarta, Kamis (18/7).

”Terdapat empat warga sipil yang ditemukan menyalahgunakan atribut militer. Kemudian membuat pernyataan tidak mengulangi perbuatan itu. Kami tegur dan suruh lepas atribut militer yang dikenakannya,” tutur Mayor Chk Sahat Nasution selaku Ketua Pelaksana Kegiatan kemarin pagi.

Operasi ini melibatkan personel TNI gabungan dari Oditur Militer (Otmil), Pengadilan Militer (Dilmil), Polisi Militer Angkatan Darat (Pomad), Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) hingga Polisi Militer Angkatan Udara (Pomau). Para petugas juga merazia prajurit dan ASN Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang melintas di jalan tersebut. Masyarakat sipil yang menggunakan atribut atau kendaraan dinas TNI pun tidak lepas dari pemeriksaan petugas gabungan tersebut.

Operasi penegakan ketertiban kali ini memang terasa khusus karena langsung dilaksanakan persidangan bagi prajurit TNI yang ditemukan melanggar tata tertib berlalu-lintas atau lebih dikenal dengan sidang di tempat.

”Kegiatan berjalan lancar dan aman. Hampir semua prajurit TNI dan PNS TNI di wilayah Yogyakarta sudah sadar dan paham aturan hukum sehingga tidak ditemukan pelanggaran,” ungkap Sahat.

Pada kegiatan tersebut, turut hadir Kadilmil Yogyakarta Letkol Laut (KH/W) DR Koerniawaty Syarif, Dandenpom IV/2 Yka Letkol Cpm Amal Tarigan, Danpom Lantamal Yka diwakili Wadan Mayor Pom Sambudi, Dansatpom Lanud Adisutjipto diwakili Wadan Mayor Pom Ice Kustini, serta para oditur dari otmil dan hakim dari pengadilan militer.

Kepala Odirat Militer (Kaotmil) II-10 Yogyakarta Kolonel Laut (KH/W) Estiningsih, menambahkan jika operasi gabungan TNI dari tiga matra semacam ini baru pertama kali diselenggarakan di daerah. Selebihnya melibatkan oditurat militer dan pengadilan militer. Operasti ini akan diadakan secara rutin guna meningkatkan disiplin dan profesionalisme Prajurit TNI dan ASN yang berada di wilayah DIY.

”TNI tidak pernah berhenti melakukan reformasi birokrasi sebagai upaya meningkatkan profesionalisme dalam mengemban tugas pokok yang diamanatkan undang-undang. Salah satu upaya tersebut yakni pengadaan opsgaktib gabungan TNI. Di setiap lini dan tempat, termasuk di jajaran wilayah DIY ini,” tegas Estiningsih. (K15-66)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


yozgat escort kars escort tokat escort osmaniye escort bayburt escort afyon escort kahramanmaraş escort çorum escort fethiye escort kastamonu escort balıkesir escort erzurum escort sivas escort düzce escort ordu escort manavgat escort burdur escort adıyaman escort aydın escort giresun escort mardin escort kutahya escort şanlıurfa escort yalova escort van escort kırklareli escort bilecik escort karaman escort muğla escort zonguldak escort