Padat Karya 15 Ribu Ha Mangrove

-Dongkrak Ekonomi Warga dengan Sejuta Hari Orang Kerja

Kondisi banyak pisisir yang rusak dan masyarakat terpuruk secara ekonomi, membuat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyerahkan penanaman 15 ribu hektare mangrove di seluruh Tanah Air kepada warga. Prinsip utamanya, menolong warga dengan hasil pemulihan kawasan pesisir.

SINAR matahari bersinar sangat terik, ketika beberapa orang mengangkat tumpukan potongan bambu penyangga dan bibit mangrove untuk merahabilitasi Pantai Pulau Cemara, Desa Sawojajar, Kabupaten Brebes.
Panas tak membuat semangat mereka kendur. Dengan tetap mengenakan masker dan menjaga jarak, mereka pun mulai menanam mangrove. Tidak hanya warga yang tergabung dalam Wanalestari, Sawojajar, penanaman juga dilakukan oleh personel Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Pemali Jratun, Cabang Dinas Kehutanan (CDK) V DLHK Jateng, serta Plt. Dirjen Pengendalian DAS dan Hutan Lindung KLHK Hudoyo.

Warga pun terlihat lebih bersemangat. Sebab, ke depan, pesisir tempat mereka mencari ikan akan lebih menghasilkan. Terlebih, lagi mereka mendapat bayaran karena dihitung sebagai pekerja. Belum lagi bibit mangrove yang mereka kumpulkan dan perahu yang digunakan juga mendapat ganti.

‘’Prinsip utama padat karya mangrove adalah menolong warga dari dampak Covid-19. Di lapangan, padat karya benar-banar dijalankan. Paling tidak, setiap warga yang menanam mangrove mendapat Rp 100 ribu/hari dan hasil lainnya,’’ ungkap Hudoyo saat penanaman perdana padat karya mangrove di Pulau Cemara, Desa Sawojajar, Kabupaten Brebes.

Sejuta Hari Kerja

Hudoyo pun mengungkapkan, secara nasional, KLHK akan menanam 15 ribu hektare mengrove. Setiap hektare rata-rata ditanami 10 ribu bibit. Dengan demikian, akan ada puluhan ribu warga yang terlibat dan terdongkrak ekonominya.

Khusus Pantura Jateng, penanaman mangrove menargetkan 500 hektare dengan 72 kelompok tani yang dilibatkan. Secara keseluruhan untuk penanaman di Pantura Jateng, ada 1.611 warga yang diberdayakan. Kabupaten Brebes 140 ha dengan 360 pekerja.

‘’Khusus di Pulau Cemara, penanaman oleh Wanalestari Sawojajar. Ada 25 ha dengan 10 ribu mangrove/ha atau 250 ribu batang,’’ tambah Kepala BPDASHL Pemali Jratun Rochimah Nugrahini.

Penanaman mangrove sangat penting, terlebih bagi Pantura Jawa Tengah. Banyak desa yang hilang terkena abrasi karena mangrove rusak. Di Bedono Demak misalnya, 125 lebih keluarga terpaksa mengungsi karena dua dusun yang ditinggali terendam air laut.

Padat karya mangrove tentu akan menyelesaikan dua masalah sekaligus. Pesisir terpulihkan dan perekonomian warga terdongkrak, setelah terpuruk akibat pandemic Covid-19. (Mohamad Annas-58)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


yozgat escort kars escort tokat escort osmaniye escort bayburt escort afyon escort kahramanmaraş escort çorum escort fethiye escort kastamonu escort balıkesir escort erzurum escort sivas escort düzce escort ordu escort manavgat escort burdur escort adıyaman escort aydın escort giresun escort mardin escort kutahya escort şanlıurfa escort yalova escort van escort kırklareli escort bilecik escort karaman escort muğla escort zonguldak escort