Orang Tua Tak Perlu Takut dengan Tinju

KARANGANYAR – Orang tua tidak perlu khawatir jika anaknya menekuni olahraga tinju. Sebab, olahraga baku hantam tersebut tidak membahayakan, sepanjang menguasai teknis dengan baik dan menerapkannya secara tepat.

Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Karanganyar Mei Subroto mengatakan, dukungan dari orang tua diperlukan, untuk pengembangan olahraga tinju di Karanganyar.

“Mindset bahwa tinju itu membahayakan, perlu diubah. Sebab, olahraga ini tidak jauh berbeda dengan olahraga laga lainnya. Olahraga seni bela diri, yang juga bisa menjadi sarana untuk mendulang prestasi. Bukan olahraga yang menakutkan,” jelasnya, di sela acara Pelatihan Dasar Pelatih Tinju di Aula SMP 3 Karanganyar, Rabu (21/8).

Dia yakin, jika cara pandang tersebut bisa berubah, tinju akan menjadi olahraga populer yang banyak ditekuni generasi muda.

“Karena itu, kami sekarang intensif menyosialisasikan olahraga ini. Termasuk dengan melakukan pelatihan dasar pelatih tinju bagi 120-an guru SD, SMP dan SMA sederajat, yang nantinya akan menularkan ilmu tentang tinju pada anak didiknya di sekolah masing-masing,” tuturnya.

Dikatakannya, jika setiap sekolah bisa melatih enam siswanya saja untuk menekuni tinju lewat kegiatan ekstra kurikuler, maka regenerasi petinju di Karanganyar akan berjalan.

Manajer Pelatih Pengcab Pertina Karanganyar Ozi Sumarno mengatakan, pada pelatihan hari kedua, peserta mulai diajari beragam teknik dalam tinju, termasuk teorinya.

“Latihannya menyeluruh, mulai dari jenis pukulan yakni jab, straight, uppercut dan hook. Kemudian latihan pertahanan dengan teknik double cover hingga waving, latihan kaki meliputi by step, back step maupun side step,” jelasnya.

Peserta juga diajari cara memakai sarung tinju, pelindung kepala dan pelindung gigi, yang merupakan perlengkapan wajib pakai dalam tinju amatir. (H44-21)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *