Optimis Pertumbuhan Stabil

JAKARTA – Chief Executive Officer Standard Chartered Bank Indonesia Andrew Chia mengungkapkan, Standard Chartered optimis akan pertumbuhan Indonesia yang stabil pada tahun 2020. Menurutnya, outlook ini didasari pengalaman tahun 2019, yang mana ditengah gejolak ekonomi global yang semakin tidak menentu, fundamental ekonomi Indonesia masih tetap positif.

“Ketahanan Indonesia pada 2019, membawa optimisme positif memasuki 2020, namun demikian kami juga tetap waspada, mengingat guncangan ekonomi global dapat tetap berpengaruh ke Indonesia,” kata Andrew kepada awak media, diJakarta, Rabu (15/1).

Andrew menambahkan, sebagai Bank tertua di Indonesia dan dengan pengalaman lebih dari 156 tahun, Standard Chartered mengaku bangga dilibatkan Pemerintah Indonesia untuk mendukung agenda ekonomi dan pembangunan nasional.

“Sebagai bagian dari komitmen untuk Indonesia, kami telah bekerjasama dengan Pemerintah Indonesia mempromosikan Indonesia sebagai tujuan investasi dengan memanfaatkan jaringan, keahlian pasar, dan hubungan dengan kami dengan klien,” ujarnya.

Selanjutnya, Andrew menyatakan, pihaknya dengan Pemerintah telah melakukan road show bersama untuk mempromosikan Indonesia dan telah mengumpulkan beberapa perusahaan yang memiliki niat serius untuk mendirikan usaha di Indonesia.

“Kami adalah perbankan internasional dengan kehadiran di 60 negara paling dinamis di dunia,” ucapnya.

Sementara itu Chief Economist The Indonesia Economic Intelligence (IEI) Sunarsip memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2020 berada di kisaran 5,0%-5,2%. Ia merasa cukup optimistis dibandingkan beberapa ekonom yang memprediksi pertumbuhan ekonomi akan di bawah 5%.

“Kalau inflasi bisa di bawah 4%, artinya pemerintah masih bisa mempertahannkan daya beli. Siapa yang ada di situ? Middle class yang di situ jumlahnya 60% dari populasi,” katanya.

Selanjutnya, Ia memprediksi inflasi tahun 2020 berada di kisaran plus minus 3,3%. Ia meyakini kemampuan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dalam menjaga inflasi.

Sunarsip mengapresiasi langkah pemerintah yang akan meluncurkan kartu pra-kerja. Menurutnya, kebijakan ini akan menjaga daya beli kelas menengah yang menganggur.

“Ekonomi awalnya karena demand. Jangan sepelekan konsumsi. Kalau nggak ada konsumsi, enggak ada produksi,” ujarnya.

Rencana pemerintah menaikkan cukai rokok dan iuran BPJS Kesehatan tidak terlalu signifikan. “Yang punya dampak inflasi tinggi cuma dua yaitu energi listrik maupun BBM (Bahan Bakar Minyak),” sambungnya.(bn/69)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *