- Hukum, Politik

Neta : Novel ‘Orang’ Gerindra ?

JAKARTA – ​ Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S Pane minta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjelaskan apakah Novel Baswedan adalah ‘orang’ Partai Gerindra. Klarifikasi itu penting, karena menyangkut independensi KPK dalam hal pemberantasan korupsi.
Dugaan Novel sebagai ‘orang’ Gerindra muncul setelah Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto – Sandiaga Salahuddin Uno, Andre Rosiade mengungkapkan, jika Prabowo menang maka Novel atau mantan Komisioner KPK Bambang Widjojanto yang akan dipilih menjadi Jaksa Agung.
“Selain itu, anggota Dewan Pengarah BPN Fadli Zon juga membenarkan bahwa Novel sudah lama dekat dengan Prabowo. Begitu juga dengan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono, yang mengatakan Novel adalah ‘orang kita’ atau ‘orang’ Gerindra,” ujar Neta di Jakarta, Senin (1/4).
Dikatakan, pernyataan ketiga tokoh itu harus disikapi oleh pimpinan KPK. Hal tersebut agar independensi lembaga itu tetap terjaga. “Sehingga KPK tidak ditunggangi dan diperalat kekuatan partai politik tertentu. Terutama untuk mengkriminalisasi lawan lawan politik dengan isu atau kasus-kasus korupsi,” tandasnya.
IPW juga mendesak Polri agar segera mendata anggota maupun penyidiknya di KPK. Terutama yang terindikasi berada dalam barisan Novel sebagai ‘orang’ Gerindra.
“Jika memang ada, Polri perlu menarik anggotanya tersebut. Sebab, pemihakan pada partai politik tertentu melanggar TR Kapolri tentang netralitas Polri di Pilpres 2019,” tegasnya.

Mendukung Penuh

Dikatakan, bangsa Indonesia memang harus mendukung penuh upaya pemberantasan korupsi. Baik yang dilakukan KPK, kejaksaan maupun kepolisian. Namun diingatkan, upaya pemberantasan korupsi tidak boleh tebang pilih. Yakni menjadikan satu pihak sebagai sasaran dengan berbagai operasi tangkap tangan (OTT) dan sebaliknya, melindungi pihak lain.
Neta menyebut dua kasus OTT terakhir yang menimpa politisi dari partai pendukung koalisi Joko Widodo makin mengindikasikan kebenaran adanya ‘orang kita” di KPK. Untuk itu, menurutnya pimpinan KPK harus menjelaskan adanya indikasi ‘orang kita’ tersebut.(Saktia Andri Susilo/67)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *