Nagabonar Reborn: Nyungsep.

Jakarta, Suaramerdeka.News-– Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih. Demikian halnya dengan raihan penonton film Nagabonar Reborn (2019).

Film yang disutradarai Dedi Setiadi dan diproduseri secara keroyokan oleh Gusti Randa, Trimedya Panjaitan, Juniver Girsang, Harry Sanusi, dan Robert Attiam itu, raihan penontonnya berbanding terbailk dengan keributan yang dibuatnya.

Sebagaimana kita maklumi bersama, film yang diproduksi Gempita Tjipta Perkasa itu, sejak mula proses produksinya langsung menerbitkan polemik yang keras.

Tersebab, Deddy Mizwar mendaku sebagai pemilik syah Hak Atas Kekayaan Intelektual film Nagabonar. Sedangkan Gusti Randa juga mengklaim tidak ada yang salah dengan proses produksi film tersebut. Oleh karenanya tidak perlu meminta ijin juga restu kepada Deddy Mizwar.

Dalam banyak kesempatan Gusti Randa acap mengatakan tidak ada aturan perundang-undangan yang dialanggar.

“Nagabonar Reborn sudah sesuai aturan. Kami telah mendapatkan izin tertulis atas pembuatan film Nagabonar Reborn dari ahli waris, Mutiara Sani dan anaknya,” katanya barubaru ini di Jakarta.

Dia menambahkan, telah mengantongi bukti dari Dirjen HAKI yang memperkuat hak cipta Nagabonar ada di tangan Asrul Sani dan ahli warisnya. Di Dirjen HAKI, katanya, Nagabonar teregister atas nama Asrul Sani.

Meski ada tudingan yang juga mengatakan, keributan itu bagian dari proses settingan agar publik awareness terbangun atas film itu.

Tapi sayangnya, saat film yang dibintangi Gading Marten, Citra Kirana, Ence Bagus, Roby Tremonti, Donny Damara, Puan Maharani, Rifky Alhabsyi, Delano Daniel, Rita Matumona, Azka Dimas, Elly Sugigi, Fermana Manaloe diputar sejak Kamis (21/11) lalu, raihan penontonnya tidak seramai keributan yang ditimbulkannya.

Bahkan data perolehan penonton film Nagabonar Reborn tidak terlihat, di hari pertama pemutarannya pada Kamis (21/11) lalu. Hal ini, sebagaimana menjadi rahasia umum, bisa dan biasa terjadi karena ada permintaan produser dari film yang bersangkutan. Agar tidak dirilis, Iantaran jumlah penontonnya jauh sekali di bawah target .

“Biasanya begitu yang terjadi,” kata H.Firman Bintang, Produser BIC Pictures, Kamis (28/11).

Biasanya, jika hari pertama sudah jeblok penontonnya, di beberapa daerah film tersebut sudah mengalami pengurangan jam pertunjukan. Dan hampir dipastikan terjadi pengurangan studio. “Pengurangan studio akan terjadi besoknya (22/11)”, imbuh dia.

Hingga Kamis (28/11) kemarin, atau seminggu setelah penayangan perdananya, Nagabonar Reborn yang masih berperkara di meja hijau ini, masih ditayangkan. Bersama tujuh (7) film Indonesia lainnya di jalur XXI DKI.

Yaitu film Sang Prawira 16 layar, Trinity Traveler 15, Rumah Kentang TB 15, Nightmare Side 10, Nagabonar Reborn 10, 99 Nama Cinta 1 dan Ratu Ilmu Hitam 3.

Sedangkan raihan penonton tujuh (7) film Indonesia, hingga tanggal 24 Nov 2019, film Nagabonar Reborn dapat dikatakan sedikit sekali. Atau hanya berada di angka 24.185, Senior 19.843, Hanya Manusia 107.661, 99 Nama Cinta 114.671, Rumah Kentang TB 190.198, Lampor 347.098, dan Ratu Ilmu Hitam 864.122. (benny benke – 69).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *