- Regional Jateng

Muslim Tuna Netrapun Targetkan Khatam Qur’an

-Berat Alquran Braile 25 Kilogram

BANYUMAS – Tak kalah dengan muslim umum lainnya, penyandang tuna netra yang tergabung dalam Ikatan Tuna Netra Muslim Indonesia (ITMI) Banyumas juga menggiatkan tadarus Alquran di bulan Ramadan. Dalam waktu satu bulan, mereka menargetkan merampungkan bacaan Alquran 30 juz.

Salah satu pengurus ITMI Banyumas asal Cilongok yang giat tadarus Alquran itu adalah Subandi (52). Warga Desa Pernasidi, Kecamatan Cilongok itu menggunakan Alquran braille untuk membaca satu juz per hari.

Ia menargetkan satu hari harus selesai satu juz setiap selesai salat. Bahkan, saat ini sudah 10 juz selesai dan masuk juz ke-11, yang dia baca setiap waktu luang. Kegiatan itu dilaksanakan di sela waktu pekerjaannya melayani pasien yang akan dipijat.

“Jika ada pasien untuk pijat karena saya buka jasa pijat. Kalau ada yang pijat biasanya usai tarawih, saya bisa baca sampai dini hari,” katanya.

Bagi Subandi, kesempatan bisa mempelajari Alquran Braille sudah sejak 2008. Ia mengikuti kegiatan pelatihan dan mendapatkan Alquran Braille. Tak seperti Alquran pada umumnya, Alquran Braille terbagi satu buku tiap juz. Sehingga 30 juz atau 30 jilid Alquran Braille mempunyai berat hingga 25 kilogram.

“Setiap bulan puasa kami menggelar acara mengaji bareng. Bahkan dalam waktu dekat juga akan digelar di rumah saya untuk pengajian dan kegiatan lain. Biasanya membaca Iqro atau Alquran Braile bersama-sama,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, setahun lalu puluhan anggota ITMI ini mengikuti buka puasa bersama dan penyerahan Iqro Braille. Untuk melatih anggota ITMI membaca Alquran, kegiatan pelatihan membaca Alquran Braille dilaksanakan sebulan sekali dengan tempat di Semarang. Hal inilah yang menjadi kendala bagi anggota ITMI yang ingin belajar membaca Alquran Braille. Untuk itu ia berharap pemerintah kabupaten bisa menyelenggarakan pelatihan baca Alquran Braille bagi rekan-rekannya di ITMI di tingkat lokal.

“Untuk itulah saya berharap pelatihan membaca Alquran Braille bisa difasilitasi pemerintah kabupaten. Rekan rekan kami di ITMI juga punya harapan besar, selain pelatihan juga ada bantuan Alquran dan Iqro Braille,” tuturnya.(Susanto-60)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *