Museum Keretek Mendesak Diselamatkan

KUDUS – Satu-satunya museum rokok keretek di Indonesia dan bahkan dunia, kondisinya saat sekarang mendesak diselamatkan. Butuh upaya dan komitmen semua pihak untuk merevitalisasi bangunan di Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, yang diresmikan Gubernur Jawa Tengah Soepardjo Roestam pada 3 Oktober 1986 itu.

Museum keretek dianggap sebagai bagian dari sejarah keretek yang sejak lama menjadi ikon dan sumber penghidupan sebagian besar masyarakat di Kudus dan sekitarnya. Pantauan Suara Merdeka, sejumlah hal perlu dibenahi di museum keretek. Sebagian koleksi rokok berikut peralatan kerja dan ornamen di sekitarnya sudah rusak.

Kondisi tersebut nyaris tidak berubah beberapa tahun terakhir. Sejumlah tambahan koleksi pernik rokok berikut data-data penunjang kontribusi komoditas tersebut untuk negara, perlu diadakan untuk memberi gambaran utuh soal industri hasil tembakau. Penataan tambahan di luar museum harus dilakukan untuk mengoptimalkan keberadaan pusat informasi soal rokok keretek.

Kepala UPTD Museum dan Taman Budaya pada Disbudpar Kudus Kasman Sutiyono ketika dikonfirmasi Suara Merdeka mengakui perlunya merevitalisasi musem keretek. Pejabat yang baru beberapa pekan menjabat tersebut siap menerima masukan dari semua kalangan untuk menyelamatkan dan mengembangkan museum keretek.

”Kami akan mengajak semua pihak duduk bersama untuk menyerap ide-ide baru merevitalisasi museum keretek,” katanya. Salah satu upaya yang sudah dirintis yakni penambahan dan perbaikan sejumlah koleksi. Kasman menyebutkan sudah berkoordinasi dengan sejumlah tokoh industri rokok di Kudus untuk merealisasikannya.

Proses Panjang

Dia juga mengapresiasi dukungan dari banyak pihak terkait rintisan pengoptimalan museum keretek. ”Banyak kelompok peduli museum yang akan membantu,” imbuhnya. Langkah lainnya, dengan menyiapkan berbagai kegiatan yang berkorelasi dengan industri keretek, mulai mendatangkan pekerja giling rokok hingga membentuk semacam kampung budaya di sekitar museum.

Penataan butuh proses panjang dan dipastikan dilakukan secara bertahap. ”Ini aset berharga tentang kesejarahan keretek yang selama ini menghidupi Kudus, wajib dilestarikan,” jelasnya. Terkait kupatan, sudah disiapkan sejumlah agenda salah satunya mendatangkan orkes musik pada Rabu (12/6).

Kampung budaya yang menjual berbagai makanan tradisional pun digelar dan diharapkan diadakan secara rutin setiap akhir pekan. Salah seorang pengunjung, Nuraeni (35), mengakui keberadaan museum sangat unik dan penting. Namun, pihaknya mengakui beberapa tahun terakhir kondisinya relatif tidak ada perubahan.

Pihaknya menyambut baik rencana pengelola untuk merevitalisasi museum keretek. ”Ini sejarah Kudus dan Indonesia, harus dibenahi karena merupakan sejarah budaya ekonomi yang menghidupi selama ini,” tandasnya. (H8-39)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


yozgat escort kars escort tokat escort osmaniye escort bayburt escort afyon escort kahramanmaraş escort çorum escort fethiye escort kastamonu escort balıkesir escort erzurum escort sivas escort düzce escort ordu escort manavgat escort burdur escort adıyaman escort aydın escort giresun escort mardin escort kutahya escort şanlıurfa escort yalova escort van escort kırklareli escort bilecik escort karaman escort muğla escort zonguldak escort