Munas IFA 2019,Bahas Peningkatan Pelayanan angkutan Penyeberangan

Jakarta,Suara Merdeka.News.- Indonesian National Ferryowners Association (INFA) mengadakan Munas Ke-3 diakhir tahun 2019, dengan Tema : *INFA Berkomitmen Untuk Mendukung Pelayanan Angkutan Penyeberangan Yang Prima.* Munas INFA Ke-3 ini diadakan di Hotel Shangri-La Jakarta pada Kamis 5/12 yang dibuka oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiadi. 

Banyak yang menjadi isyu angkutan penyeberangan yang akan dibahas dalam kesempatan Munas INFA ini, antara lain isyu utamanya terkait dengan : 

– Implementasi Pelayanan Minimal Angkutan Penyeberangan Lintas Antar Propinsi. Isyu ini berkaitan dengan dorongan pemerintah untuk peningkatan pelayanan yang lebih baik lagi, khususnya untuk mendukung pariwisata; 

– Perkembangan Operasionalisasi Sistem Manifest pada Angkutan Penyeberangan (pada percontohan Lintas Merak-Bakauheni). Isyu ini berkaitan dengan peningkatan sistem pendataan penumpang menggunakan teknologi informasi sebagai salah satu persyaratan keselamatan berlayar, yang harus diselenggarakan secara cepat, tepat dan terkontrol dengan baik. 

– Pengoperasian Ship Traffic Control (STC) pada Lintas Penyeberangan Merak-Bakauheni. Meskipun penerapan STC belum ada pada semua lintasan penyberangan, namun isyu ini perlu dibahas agar dalam penerapannya nanti di masing-masing lintasan dapat berjalan dengan baik. 

Namun hal yang paling menggairahkan dalam 

Penyelenggaraan Munas INFA ini karena bertepatan dengan adanya program  penetapan Tarif Baru oleh Pemerintah untuk Angkutan Penyeberangan Lintas Antar Propinsi. 

Ketua Umum INFA, Eddy Oetomo mengatakan : “Kelihatannya program penetapan Tarif Baru Angkutan Penyeberangan ini akan dibarengi dengan penerapan standar pelayanan minimal yang lebih ketat. Oleh karena itu INFA berkomitmen mendukung pelayanan angkutan penyeberangan yang prima, sebagaimana yang menjadi tema dalam Munas INFA kali ini. ” 

Untuk isyu lainnya terutama yang berasal dari operasional lapangan, seperti dukungan untuk berpartisipasi dalam penyelenggaraan layanan _long distance ferry_ (LDF); dan program penggunaan bahan bakar subsidi jenis B30 pada kapal penyberangan mulai tahun 2020, serta menyongsong  pelaksanaan kendaraan bebas ODOL pada tahun 2021, Eddy Oetomo menyatakan bahwa permasalahannya akan dihimpun dan dibahas bersama, guna menjadi masukan untuk pertimbangan pemerintah dalam memajukan angkutan ASDP. 

Munas INFA diadakan setiap dua tahun sekali, dalam rangka pembentukan pengurus DPP dan DPC INFA untuk periode 2020 -2022. 

Assosiasi INFA didirikan pada tahun 2015, yang Badan Hukumnya telah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor : AHU-0020633.AH.01.07.Tahun 2015 tanggal 26 November 2015 sebagaimana telah diperbaharui dengan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor : AHU-0000051.AH.01.08 Tahun 2018 tanggal 22 Januari 2018.

Di dalam Asosiasi INFA tergabung Owner Kapal Ferry dari tujuh perusahaan (termasuk PT. ASDP Indonesia Ferry). 

Jumlah kapal yang tergabung dalam Asosiasi INFA ada 74 kapal Ferry (belum termasuk kapal milik PT. ASDP Indonesia Ferry yang berjumlah 155 kapal Ferry).(budi nugraha)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *