Mes Persibat Disiapkan Jadi Rumah Sakit Darurat

BATANG -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang terus mengambil langkah-langkah pencegahan penularan wabah Covid-19. Salah satunya menyiapkan mes Persibat menjadi rumah sakit darurat untuk isolasi pasien positif korona.
“Mes Persibat kami survei. Nantinya akan menjadi salah satu tempat isolasi pasien dalam pengawasan (PDP), seandainya ada yang positif Covid-19. Tapi mari kita berdoa bersama agar Batang aman dan status hijau. Saya minta masyarakat menaati anjuran pemerintah untuk tetap tinggal di rumah, hanya keluar jika ada keperluan penting dan mendesak. Sering cuci tangan dengan sabun dan jaga jarak,” papar Bupati Wihaji saat meninjau mes Persibat Batang di depan Stadion M Sarengat Jalan Letjen Suprapto Batang.
Ikut mendampingi Bupati, Kepala Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Kadisparpora) Wahyu Budi Santoso, Kepala Dinas Kesehatan dokter Mukhlasin, Pelaksana Tugas Direktur RSUD dokter Tri Handoko, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Triossy Juniarto, dan Camat Batang Siti Ghoniyah.
Bupati menuturkan, fasilitas mes relatif memadai. Kamar mandi di dalam dan ruanganya menggunakan air conditioning (AC). Gedung mes mampu menampung minimal 24 pasien dengan 12 kamar.
Didukung DPRD
“Pemerintah Pusat menjadikan wisma atlet sebagai Rumah Sakit Darurat Covid-19. Untuk mes Persibat digunakan jika sudah ada yang positif. Mudah-mudahan tidak sampai digunakan, tapi itu harus disiapkan,” tandasnya.
Dinas Kesehatan masih menghitung kebutuhan para medisnya dan alat pelindung diri. Untuk tenaga medis juga menurut rencana membuka pendaftaran sukarelawan perawat dan bidan untuk ditempatkan di rumah sakit darurat. Karena saat ini tidak mungkin mengambil petugas dari puskesmas dan rumah sakit.
Bupati menegaskan, langkah penanggulangan penularan virus Covid-19 mendapatkan dukungan DPRD. Wihaji berharap, nantinya ada dukungan anggaran karena kebutuhan tidak sedikit.
Sampai saat ini perkembangan jumlah orang dalam pemantauan (ODP) ada 51 orang, pasien dalam pengawasan (PDP) enam orang. Tiga dirawat di RSUD Batang dan tiga di Rumah Sakit QIM dari Kecamatan Limpung, Subah, dan Tulis.
Kadisparpora Wahyu Budi Santoso mengemukakan, mes Persibat merupakan fasilitas Pemkab Batang yang dipinjam PT Persibat.
“Anjuran Pemerintah Pusat agar pemerintah daerah harus menyiapkan sarana prasarana untuk langkah-langkah darurat untuk isolasi. Karena fasilitas mes Persibat representatif, bisa digunakan sebagai rumah sakit darurat. Ada 12 kamar dilengkapi aula, dapur, serta semua kamar AC-nya baru.” (ar-38)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *