Menikmati Jajanan Lawas di Pasar Kumandang

WONOSOBO, Suaramerdeka.news – Sejuk dan asri, dua kata yang tepat untuk menggambarkan suasana di Pasar Kumandang, Kertek, Wonosobo. Uniknya lagi, pasar yang dikelilingi pepohonan rindang tersebut, menghadirkan aneka jajanan tradisional seperti gorengan, cenil lopis, jenang, soto hingga kopi. Lokasinya tak begitu jauh dari pusat Kota Wonosobo, yakni terletak di Dusun Bongkotan Desa Bojasari Kecamatan Kertek.

Sejak awal kemunculannya, Pasar Lawas Kumandang memang menarik perhatian masyarakat luas, karena menawarkan suasana yang berbeda. Pasar yang hanya buka di hari Minggu itu menghadirkan suasana adat Jawa yang sangat terasa ketika berkunjung. “Di sini komunikasinya juga pakai bahasa Jawa, jadi sangat terasa suasana budayanya,” ujar salah satu pengunjung asal Jakarta, Yoga (30).

Setibanya di Pasar Kumandang, pengunjung akan menemukan loket penukaran koin. Agar bisa menikmati jajanan di Pasar Kumandang, pengunjung harus memiliki koin yang khusus disediakan oleh panitia.

Memasuki arena Pasar Kumandang, pengunjung akan disambut dengan pepohonan rindang yang membuat suasana terasa sejuk. Selain itu, seluruh penjual di arena Pasar Lawas Kumandang yang memakai pakaian adat tradisional, serta aneka ragam tulisan berbahasa Jawa, siap menyambut pengunjung.

Salah satu pengunjung asal Surabaya, Aditya Pradana (32) mengatakan, ia sengaja datang ke Pasar Kumandang untuk menikmati aneka jajanan tradisional yang ditawarkan. “Di sini suasananya sejuk, nyaman, ada mainan tradisionalnya juga,” ujarnya.

Aditya menambahkan, adanya larangan sembarangan merokok bagi pengunjung juga membuatnya nyaman selama berkunjung.

Tidak hanya makanan tradisional, Pasar Kumandang juga menawarkan aneka ragam kerajinan hingga menyediakan arena bermain anak, seperti jungkat-jungkit hingga ayunan. Selagi menikmati makanan, pengunjung di Pasar Kumandang juga akan dimanjakan dengan adanya panggung hiburan yang akan menambah semarak suasana di Pasar Kumandang.

Untuk menjaga kebersihan, Pasar Kumandang juga menerapkan zero plastic. Nantinya, pengunjung tidak akan mendapatkan plastik di setiap transaksinya. Banyak penjual yang menggunakan daun pisang sebagai ganti pembungkus plastik. Pengunjung bisa membeli kerajinan tas anyaman bambu yang bisa dibeli dengan keping koin sebagai tempat belanjaan. (Andina Puspa-33)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *