Materi Ajar Dipadukan dengan Teknologi

SEMARANG – Guna menciptakan proses belajar- mengajar yang menyenangkan, Balai Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan (BPTIK – Dikbud) Jateng memproduksi bahan ajar berbasis teknologi seperti video animasi dan audio visual. Hal ini sejalan dengan strategi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim untuk memajukan pendidikan di Indonesia.
Kepala BPTIK – Dikbud Jateng, Bagus Surjanto mengatakan, pendekatan teknologi mau tak mau harus digunakan dalam pembelajaran. Teknologi akan membuat pembelajaran menyenangkan dan lebih efektif. Hal itu bisa diterapkan pada sekolah formal maupun SLB.
”Belum semua guru familiar dengan teknologi, tapi harus mulai mengarah ke sana. Kami siap memfasilitasi guru yang akan membuat bahan ajar yang menarik,” kata Bagus di sela-sela menerima siswa-siswi SLB Negeri Salatiga di BPTIK – Dikbud di Jalan Suratmo-Tarupolo Tengah 7 Kota Semarang, Selasa (10/12).
Tahun ini BPTIK yang merupakan bagian dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng memberikan pelatihan untuk 600 guru SMA/SMK di Jateng. Di luar itu, BPTIK juga memberikan pelatihan bagi beberapa guru secara video conference. Salah satunya sekolah dari Brebes, karena jarak lokasi yang jauh dan untuk mengefektifkan waktu.
Gratis
Materi ajar yang telah dibuat BPTIK Jateng sangat banyak dan diunggah di www.pintar.jatengprov.go.id. Semua materi yang telah dibuat bisa digunakan secara gratis, caranya tinggal mengunduh. BPTIK juga memiliki kelas maya dan lumbung data berbasis web.
Sementara itu, di BPTIK terdapat sejumlah ruang yang berisi materi ajar menyenangkan berbasis teknologi. Pembelajaran astronomi di ruang jelajah angkasa yang mirip bioskop, mini observasi bintang dan planet menggunakan teropong, ruang e- learning, laboratorium komputer, perpustakaan dengan koleksi lebih dari 20.000 judul dan lebih dari 50.000 buku.
Tak hanya itu, Bagus juga mengatakan BPTIK memiliki wahana virtual reality. Fasilitas ini menyajikan media berbentuk virtual reality dan augmented reality. Tinggal mengenakan kacamata, semacam video 3D, pengunjung bisa melihat organ-organ dalam tubuh manusia yang mendekati nyata. BPTIK juga memiliki radio streaming dan ruang rekaman bagi anak-anak yang memiliki potensi tarik suara.
Bagus mengatakan, semuanya bisa digunakan oleh masyarakat, terutama guru dan siswa secara gratis. ”Tahun 2020 kami akan menyelenggarakan diklat secara online. Tujuannya memintarkan guru dalam mengajar, sehingga kegiatan belajar-mengajar menjadi menyenangkan,” ungkapnya.
Kepala SLB Negeri Salatiga, Muhlisun mengemukakan, ada 35 siswa siswi yang ikut dalam kunjungan outing class yang bertujuan menambah wawasan literasi dan keilmuan. ”Anak-anak kami kenalkan pada teknlogi agar wawasan mereka bertambah,” kata Muhlisun.
Salah satu siswa kelas XII, Mustiana mengaku senang. Ia yang saat itu melihat audio video astronomi di layar lebar begitu tertarik. ”Saya senang, bagus banget,” katanya. (H81-27)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *