Masjid Ramah Disabilitas.

Jakarta, Suaramerdeka.News — Masjid Ramah Disabilitas, adalah gagasan program yang di inisiasi oleh So Nice dan Thisable Enterprise.

Yang bertujuan untuk menciptakan lingkungan inklusi di sekitar Masjid. Program ini dilakukan selama 3 hari yakni 18 Mei 2019 di Masjid Jami An Ni’mah, Pondok Labu – Jakarta Selatan, 19 Mei 2019 di Masjid Al Mukarromah, Pesanggrahan – Jakarta Selatan dan terakhir 25 Mei 2019 .

Selama ini, sulitnya teman disabilitas mengakses masjid menjadi hambatan setiap hendak beribadah.

Seperti tidak adanya akses ramp yang membuat disabilitas daksa sangat jarang ke masjid, dan bahkan ada yang di usir tidak bisa melaksanakan shalat di dalam masjid karena kursi roda dianggap kotor.

Tidak hanya itu saja, untuk disabilitas tuli karena ketidakmampuan mereka mendengar sehingga tidak pernah mendengar dan memaknai adzan hingga makna shalat.

Maka dari itu program ini sebagai bentuk inisiasi awal dan mengajak DKM (Dewan Kemakmuran Masjid) untuk ikut bersama menciptakan lingkungan inklusi di lingkungan Masjid.

Program ini menjadi pioneer bagi kami untuk terus berusaha menciptakan lingkungan yang inklusi dan ramah, terlebih di bulan Ramadhan ini. Masjid yang menjadi pilihan program kami, dikarenakan Masjid yang selalu digunakan beribadah oleh teman-teman disabilitas. Semoga dengan terciptanya program ini, dapat memudahkan teman disabilitas untuk selalu dekat dengan Allah S.W.T,” Jelas M. Reza Rizali di Jakarta, barubaru ini.

Dengan Tagline #masjiduntuksemua, So Nice dan Thisable Enterprise mengajak semua pihak untuk ikut berkontribusi menyukseskan program Masjid Ramah Disabilitas ini.

Untuk menjadi program inklusi, tidak hanya ramah terhadap aksesibilitas yang diperlukan dan menggerakkan sikap masyarakat untuk selalu menerima dengan baik apabila teman disabilitas ingin melaksanakan shalat di dalam masjid.

Progam ini tidak hanya berhenti di bulan Ramadhan ini, karena So Nice dan Thisable Enterprise telah bekerjasama dalam jangka panjang untuk pemberdayaan disabilitas.

Sehingga menjadi program yang berkesinambungan tidak hanya menjadikan lingkungan yang ramah terhadap disabilitas. Tetapi juga pemberdayaan disabilitas agar lebih mandiri dari beragam segi kehidupan. (Benny Benke – 69).