SM/dok TUNJUKKAN LAYAR :Mahasiswa program studi S1 Teknik Informatika, Dzulfaqqor Amin menujukkan layar tampilan antar muka game edukasi "Mendoan" saat diuji coba di kampus ITTP, baru-baru ini.(60)
- Pendidikan

Mahasiswa ITTP Kembangkan Game Edukasi

PURWOKERTO -Mahasiswa Institut Teknologi Telkom Purwokerto berhasil mengembangkan sebuah aplikasi permainan bernama Mendoan, baru-baru ini. Game edukatif berbasis android dapat dioperasikan pada telepon pintar.
Pembuat permainan, Dzulfaqqor Amin mengatakan, nama aplikasi tersebut diambil dari singkatan Menghafal Doa Harian. Permainan ini dibuat berdasarkan pengalaman pribadinya dan survei lapangan. “Permainan edukasi tentang pengetahuan dalam mempelajari agama utamanya menghapal doa yang dipadukan dengan teknologi masih minim atau belum terlalu banyak,” ujar mahasiswa program studi S1 Teknik Informatika ini, Rabu (12/6).
Dia menjelaskan, pembuatan Mendoan menggunakan metode Game Development Life-Cycle (GDLC) yang terdiri dari tahapan inisiasi, pra-produksi, produksi, pengujian, beta, dan rilis dalam pengembangan juga diterapkan prinsip-prinsip reinforcement positive. Tahapan ini harus melalui proses analisis fungsi untuk menentukan target, perilaku pengguna metode, pra produksi dan pembangunan prototipe game yang mampu mengintegrasi antara asset yang telah dibuat dengan source code sebagai kesatuan di game ini.
Empat Tombol
Setelah membuka aplikasi, akan tampak layar tampilan antarmuka dengan empat tombol, yaitu tombol mulai main untuk memulai permainan, tombol daftar doa untuk membuka daftar doa, tombol pengaturan untuk mengatur volume musik dan efek suara serat tombol keluar untuk keluar dari permainan.
“Untuk karakter utama dalam game Mendoan yaitu Nissa, yang akan berpetualang mencari adiknya yang hilang melawan para buto (musuh) menggunakan hafalan-hafalan doa,” terangnya.
Dosen pembimbing, Apri Junaidi SKom MKom MCs mengatakan, sistem aplikasi yang dibuat secara keseluruhan sudah baik dan layak untuk bersaing dengan permainan edukasi lainnya. Selain itu, konsep game ini juga cukup menarik. “Selain sistem dalam game sudah baik, konsep dari permainan yang menggunakan pengetahuan dalam menghafal doa-doa masih sangat jarang, terutama permainan dengan jenis petualangan seperti ini, membuat anak-anak di generasi millennial sangat cocok sekali menjalankan permainan edukasi ini,” kata dia.
Dia menilai, generasi milennial saat ini tidak dapat lepas dari pengaruh ponsel pintar. Sehingga, permainan ini sangat cocok untuk digunakan oleh anak usia Sekolah Dasar, karena dapat belajar sambil bermain dan menambah pengetahuan dalam memecahkan teka-teki.(K35-60)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *