Ludesnya Gedung Utama Picu Semangat Jaksa

JAKARTA-Gedung Utama Kejaksaan Agung yang merupakan bangunan cagar budaya, hangus terbakar dalam semalam, Sabtu (22/8). Namun demikian, ludesnya gedung yang dibangun selama tujuh tahun itu memicu semangat baru insan adhyaksa dalam menjalankan tugasnya sebagai penegak hukum.

Sejumlah meme dan tagar banyak beredar di media sosial seperti WhatsApp, Instagram, Twitter, Facebook dan Youtube. Meme dan tagar yang viral di antarnya bertuliskan “Api boleh membakar gedung kantor kami, namun tidak menyurutkan kobaran api semangat untuk menegakan keadilan. Fiat Justicia Ruat Coelum”,  “Tetaplah perkasa dengan Sang Garuda”,  “Tegarlah sepanjang zaman”.

Gedung Utama Kejaksaan agung merupakan salah satu gedung bersejarah di Indonesia.  Di mana, gedung yang terletak di Jalan Sultan Hasanuddin nomor 1 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan itu, termasuk bangunan cagar budaya. Terakhir direnovasi yakni penambahan eksterior gedung dilakukan pada 2018, saat Jaksa Agung M Prasetyo.

Pembangunan gedung dengan tujuh lantai itu memakan waktu sekitar tujuh tahun, yaitu pembangunan dimulai pada November 1961 hingga Juli 1968.  Peletakan batu pertama gedung itu dilakukan oleh Jaksa Agung, R Goenawan, lalu diresmikan oleh Jaksa Agung, Mayjen Soegiharto.

“Gedung utama ini merupakan gedung heritage,” ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum, Hari Setiyono di Kejaksaan Agung, kemarin.

Pembangunan Gedung Utama Kejaksaan Agung itu, dilakukan setelah Kejaksaan RI diperkuat dengan disahkannya undang-undang tentang ketentuan pokok Kejaksaan RI. Di mana sebelum 1961, Kejaksaan RI dan Mahkamah Agung masih satu atap di bawah Kementerian Kehakiman.

Sementara itu, Gedung Utama Kejaksaan Agung yang ludes terbakar merupakan ruang kerja pucuk pimpinan korps adhyaksa. Di mana, gedung tersebut merupakan ruang kerja Jaksa Agung RI, Wakil Jaksa Agung, Jaksa Agung Muda Intelijen dan satuan kerja bidang intelijen serta ruang kerja Jaksa Agung Pembinaan serta satuan kerja di bidang pembinaan.

Gedung tersebut juga dilengkapi fasilitas ruang pertemuan di antaranya, Sasana Baharudin Lopa yang sering digunakan untuk upacara pelantikan pejabat eselon satu dan eselon dua di lingkungan Kejaksaan RI.

Sasana Pradana dan Sasana Bina Karya yang biasa digunakan untuk pertemuan atau kegiatan kedinasan yang melibatkan pihak eksternal atau kementerian. Kemudian Sasana Anrawina yang merupakan ruang pertemuan terbesar di Kompleks Kejaksaan Agung.

Jaksa Agung RI, Sanitiar Burhanuddin menegaskan, dokumen ataupun arsip negara serta berkas perkara aman, tidak ada yang terbakar. “Berkas perkara dan tahanan aman,” ujar Burhanuddin.

Pemadaman dan pendinginan gedung yang dilakukan oleh petugas Pemadam Kebakaran Pemprov DKI Jakarta tuntas pada pukul 17.30. Di mana, petugas pemadam kebakaran dan mobil pemadam kebakaran terakhir meninggalkan lokasi terjadinya kebakaran. (K24/69)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


yozgat escort kars escort tokat escort osmaniye escort bayburt escort afyon escort kahramanmaraş escort çorum escort fethiye escort kastamonu escort balıkesir escort erzurum escort sivas escort düzce escort ordu escort manavgat escort burdur escort adıyaman escort aydın escort giresun escort mardin escort kutahya escort şanlıurfa escort yalova escort van escort kırklareli escort bilecik escort karaman escort muğla escort zonguldak escort