Luapan Air Sawah Ancam Jl Jogja-Solo

KLATEN-Banjir mengancam ruas Jl Jogja-Solo di ruas Desa Karang, Kecamatan Delanggu sekitar simpang empat terminal Delanggu. Luapan itu berasal dari air sungai dan selokan di sekitar yang meluap ke jalan karena tersumbat sampah saat hujan.
” Air meluap dari saluran naik ke jalan. Depan pos polisi dan jalan tergenang parah,” ungkap warga sekitar, Purnomo, Senin (2/12) pagi. Menurut Purnomo, air selokan di sekitar pos polisi 03 itu meluap setelah hujan sejak Sabtu (29/11) sore dengan durasi sekitar satu jam yang lumayan deras. Air yang berasal dari persawahan di sisi utara terminal Delanggu masuk ke selokan, Minggu (1/12) dini hari. Derasnya air tidak mampu tertampung sehingga meluap ke jalan karena ada sumbatan sampah. Arus air masuk ke tepi jalan ke selatan dan menggenang di depan pos polisi. Selain itu air masuk ke jalan mengalir ke selatan lewat badan jalan sehingga menyerupai sungai. Aliran air merepotkan arus kendaraan berat yang dari arah barat ( Yogyakarta) hendak masuk jalan lingkar barat Delanggu.
Kendaraan berat dan bus harus waspada saat berbelok. Luapan jalan itu bahkan menyebabkan kerusakan aspal di lokasi dan terpaksa dipasang traffic cone, pada Senin (2/12) agar tidak mencelakakan warga. Luapan itu bukan kali pertama sebab sudah sering terjadi. Tahun lalu baru saja selokan direhab tetapi masih terjadi.
Koordinasi
Menurut Kasat Lantas Polres Klaten AKP Bobby Anugerah Rahman Satlantas sudah berkoordinasi dengan Dinas PUPR berkaitan luapan itu. Diharapkan lokasi diratakan sama dengan badan jalan agar air tidak menggenang.
“Sudah kami laporkan ke DPU. Tidak menyebabkan rawan Laka sebab bukan di badan jalan genanganya,” ungkap Bobby mewakili Kapolres AKBP Wiyono Eko Prasetyo.
Sumar, warga lain mengatakan seharusnya saluran tidak dibuat permanen tetapi diberikan akses lubang pembersihan. Dengan begitu saat ada sampah menyumbat warga sekitar bisa membersihkan. Namun dengan jalan ditutup semen dan diaspal di atasnya sangat sulit bagi warga membersihkan sebab panjang selokan mencapai 10 meter.
”Saat hujan memang arus deras. Warga sulit membersihkan sebab sampah bukan dari sekitar tetapi juga dari daerah lain,” katanya.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.4 Jawa Tengah, Tisara Sita mengatakan sudah mengecek luapan itu. Tidak ada masalah dengan saluran jalan nasional yang dibangun PPK beberapa bulan lalu. ” Saluran kami aman dan bersih. Penyebab luapan karena sampah,” jelasnya. Sampah dari utara terminal dan sawah masuk saluran. Sampah menyumbat saluran di depan pos polisi sehingga meluap. (H34-21)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *