BLORA – Lima orang atlet atletik Blora telah memastikan diri meraih tiket tampil di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Papua. Tiket digenggam lantaran limit yang mereka torehkan di kejuaraan kualifikasi PON melampaui limit PON. Kelima atlet tersebut adalah Krisna Wahyu Permana (tolak peluru), Ahmad Azlan (lari 100 meter) Adit Rico (lari 100 meter), Ardian (lari gawang 110 meter dan 400 meter) serta Bektiningsih Primadian Fitri (lari 800 meter dan 1.500 meter).

Pelatih Atletik Blora Hery Sutiyono mengemukakan, tiket lolos tampil di PON diperoleh para atletik Blora dari dua kejuaraan. Yakni Kejuaraan Atletik Jatim Open dan Jateng Open. Kedua event tersebut juga merupakan ajang kualifikasi PON 2020.

”Di Jatim Open, dua atlet kami lolos PON di tiga nomor. Sedangkan di Jateng Open yang berlangsung pekan lalu di Semarang, tiga atlet Blora lolos PON di empat nomor,” ujarnya kemarin.

Hery Sutiyono yang juga Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Blora menyatakan, masih terbuka kesempatan bagi atlet atletik Blora lainnya untuk memperkuat kontingen Jateng di PON di Papua tahun depan. Dia mengungkapkan, masih ada beberapa kejuaraan atletik tingkat nasional yang akan digelar sebelum perhelatan PON 2020.

“Kejuaraan tersebut sekaligus juga sebagai ajang kualifikasi PON. September nanti akan ada kejurnas atletik di Jakarta,” tandasnya.

Lebih lanjut Hery Sutiyono menjelaskan, kuota atlet atletik di PON Papua ditetapkan sebanyak 300 atlet. Dia mengungkapkan, Jateng hingga saat ini telah meloloskan sebanyak 27 orang atlet atletik.

Menurutnya, untuk bisa berlaga di PON, atlet terlebih dahulu harus bisa melampaui limit waktu dan jarak yang telah ditetapkan pengurus besar (PB) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI). Hanya saja berdasarkan pengalaman di tahun-tahun sebelumnya, jika seleksi atlet berdasarkan limit PON masih belum memenuhi kuota, maka akan diberlakukan kebijakan lain. Di antaranya dengan melihat catatan waktu dan jarak yang ditorehkan atlet di sejumlah kejuaraan.

”Jika kuotanya belum juga terpenuhi maka sisa kuota akan diberikan kepada provinsi yang belum meloloskan atletnya ke PON,” katanya.

Di PON 2016 di Bandung, Jawa Barat, Blora meloloskan 15 orang atlet. Dari jumlah tersebut, enam orang di antaranya dari cabang atlet. Yakni, Krisna Wahyu Permana, Ahmad Azlan, Noce Matital, Ari Swandana, Septiana Dita Sari serta Bektiningsih Primadian Fitri. Krisna Wahyu Permana berhasil meraih emas sedangkan Bektiningsih menyumbang medali perunggu. (H18-30)