Liga 3 DIY Gandeng Sponsor

YOGYAKARTA, Suaramerdeka.news – Sempat vakum karena adanya konflik internal di Asosiasi Provinsi (Asprov) DIY, gelaran kompetisi amatir Liga 3 regional DIY akan diputar mulai akhir pekan ini (12/7). Berbeda dengan musim-musim sebelumnya, sejumlah sponsor kelas kakap berskala nasional berhasil digandeng Asprov PSSI DIY.

“Tahun ini kami mulai gelar lagi kompetisi, setelah sebelumnya organisasi (Asprov) masuk dalam masa-masa sulit hingga dua tahun sebelumnya tak ada kompetisi di DIY. Hingga akhirnya KLB (Kongres Luar Biasa) dua bulan lalu digelar dan terbentuk kepengurusan baru. Alhamdulillah untuk tahun ini kami mulai bangkit, mulai gelar kompetisi lagi dan banyak pendukung yang memberikan support-nya,” kata Wakil Ketua Umum Asprov PSSI DIY Wahyudi Kurniawan di Wisma PSSI, Rabu (10/7).

Sejumlah sponsor nasional, sebut Wahyudi, digandeng bukan untuk semata-mata mengejar keuntungan semata. Melainkan untuk menumbuhkan kembali kepercayaan masyarakat kepada Asprov PSSI DIY.

“Tak bisa dipungkiri sorotan ke Asprov PSSI DIY sempat tajam terutama terkait match fixing, sehingga kami harus berhati-hati untuk melakukan segalanya. Nah, adanya sponsor ini sekali lagi kami ingin menumbuhkan kembali kepercayaan masyarakat kepada kami,” papar dia.

Dari daftar yang ada, sponsor Liga 3 DIY antara lain perusahaan rokok asal Kediri, perusahaan ojek online, salah satu bank BUMN, dan beberapa perusahaan produk olahraga.

Subsidi

“Ada delapan tim yang ambil bagian dimana setiap tim akan mendapatkan subsidi dari Aspov. Lalu untuk tim juara akan mendapatkan support penuh dari kami termasuk pendanaan saat mereka tampil di tingkat nasional. Harapannya nanti bisa promosi ke Liga 2,” sambung Sekjen Asprov PSSI DIY, Armando Pribadi.

Adapun kedelapan klub yang ambil bagian, sebut Direktur Kompetisi Asprov PSSI DIY Ediyanto yakni Rajawali Gunungkidul, Protaba Bantul, Persikup Kulon Progo, Sleman United, JIF, UAD FC, HW UMY dan Tunas Jogja. Delapan tim tersebut dibagi dalam dua grup dan akan melaksanakan kompetisi penuh dengan sistem home away

Kick off dimulai 12 Juli 2019 di Lapangan Gamelan dibuka UAD FC melawan Sleman United. Pertandingan dilakukan home away termasuk nantinya di 4 besar juga demikian sesuai regulasi PSSI,” tambah dia.

Tahun ini lanjutnya ada lima klub yang absen tak ikut dalam kompetisi Liga 3 yakni Persig Gunungkidul, PS Gama, Gelora Handayani, Satria Adikarta, UNY FC. Alasannya menurut Ediyanto beragam mulai dari ketidakadaan pendanaan hingga evaluasi kepengurusan internal.

“Terpenting maksimal tidak ikut dua musim kompetisi, kalau lebih dari dua tahun maka dikenai sanksi. Harapan kami kompetisi tetap berlangsung menarik dan bisa banyak menciptakan pemain muda baik nanti ke Liga 1 dan Pra PON DIY,” tandas dia.(K15-36)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


yozgat escort kars escort tokat escort osmaniye escort bayburt escort afyon escort kahramanmaraş escort çorum escort fethiye escort kastamonu escort balıkesir escort erzurum escort sivas escort düzce escort ordu escort manavgat escort burdur escort adıyaman escort aydın escort giresun escort mardin escort kutahya escort şanlıurfa escort yalova escort van escort kırklareli escort bilecik escort karaman escort muğla escort zonguldak escort