CILACAP – PSCS Cilacap berpotensi menurunkan kekuatan penuh, saat menjamu PSMS Medan laga ke lima Liga 2 musim 2019, di Stadion Wijayakusuma, Cilacap, Sabtu (13/7). Para pemain, yang absen di laga sebelumnya karena berbagai sebab, sudah bisa dipasang pelatih Joko Susilo. Dengan skuad maksimal, tim Hiu selatan itu membidik tiga poin.

Hal itu dikatakan Media Officer PSCS, Rasino, Kamis (11/7). Dia dan seluruh tim optimistis target kemenangan itu bakal bisa diraih. Hasil positif di kandang akan menjadi modal berharga, saat menjalani partai tandang lagi.

”Usai menjamu PSMS, kami akan dua kali away ke wilayah Banten, yakni melawan Cilegon United (19/7), dan Perserang Serang (23/7),” katanya.

Pada laga sebelumnya melawan tuan rumah Sriwijaya FC di Palembang (7/7), PSCS tanpa empat pemain pilar, yaitu Rendy Syaputra yang terkena akumulasi, Risman Maudillah kartu merah di laga sebelumnya melawan Babel United di Pangkalpinang (2/7), Jemmy Suparno cedera, serta M Wahyu. Di Palembang striker Taryono bisa dipasang.

Tingkat Persaingan

Ketika melawan PSMS, para pemain tersebut sudah bisa diturunkan, karena yang cedera sudah sembuh dan yang terkena akumulasi sudah bebas dari sanksi larangan bermain. Meski di Palembang tidak bisa turun dengan kekuatan penuh, PSCS mampu mengimbangi Sriwijaya. Permainan imbang, lawan hanya mendapat dua peluang dan menjadi gol.

Rasino mengatakan, melihat hasil empat laga yang sudah dijalani, persaingan di grup barat Liga 2 ini sangat ketat. Sampai empat pertandingan, dari 12 kesebelasan, selisih nilai tim teratas di klasemen sementara dengan peringkat II sampai V hanya satu. Urutan VI hanya terpaut dua angka dari urutan V, sehingga bisa mengejar dengan satu kemenangan.

Di puncak klasemen sementara Sriwijaya FC dengan nilai 10 dengan agregat gol 6-1, urutan II sampai V poin sama yakni sembilan, hanya beda selisih gol. Persita di posisi runner up agregat 10-1, III PSCS (7-4), IV PSMS Medan (7-5), dan V Persiraja Banda Aceh (6-4). Urutan VI Cilegon United nilai tujuh, agregat 3-2.

Karena itu, tim harus selalu siap dan waspada. Kesebelasan yang lengah, sedikit saja, bakal terjungkal. Dalam posisi klasemen seperti itu, ada tim yang baru bertanding di kandang. Selain itu Blitar United dan PSGC Ciamis baru bermain tiga kali, sedangkan yang lain sudah empat kali.

Dalam putaran Liga 2 ini, dengan sistem kompetisi penuh, setiap tim bakal bermain 22 kali, yakni di putaran I dan II masing-masing 11 kali. Perjalanan masih panjang, setelah laga ke enam baru bisa diraba tim-tim mana saja yang diperkirakan bakal berada di papan atas, tengah dan bawah. Menurut dia, mengelola tim tak bisa hanya yang di atas stadion. Banyak faktor yang harus diperhatikan, karena berpengaruh besar.

PSCS sudah bermain empat kali, dengan hasil tiga kali menang (dua di kandang dan satu tandang), serta satu kalah, nilai sembilan. Calon lawan pekan ini, PSMS Medan juga memiiki nilai sembilan, hanya berbeda selisih gol. Produktivitas kedua tim itu sama, tujuh gol dalam empat laga, namun pertahanan PSCS lebih rapat hany akemasukan tiga, sementara PSMS kemasukan lima. (bd-52)