Latihan Harus Terprogram dan Terukur

SOLO – Latihan bagi seorang atlet harus dilakukan secara terprogram, terukur dan seimbang. Pakar olahraga Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) Sapta Kunta Purnama menyebut latihan juga harus ada peningkatan volume, hingga mencapai kemampuan yang maksimal.

”Namun latihan berat, baik untuk atlet normal maupun difabel, harus diimbangi dengan asupan makanan dan gizi yang mencukupi, serta disertai recovery untuk pemulihan fisiknya. Kalau beban latihan berat tanpa asupan makanan cukup, ya sama saja dengan bunuh diri,” kata dia pada Pelatihan Pelatih Olahraga Disabilitas tingkat Dasar di Solo, Rabu (10/8).

Pria yang juga Dekan Fakultas Keolahragaan (FKor) UNS itu menceritakan, dirinya pernah melakukan latihan dalam porsi lebih berat, berupa lari cepat 50 meter lalu diselingi jalan 75 meter, sebanyak 40 kali. Porsi tersebut melebihi volume latihan yang biasa dia lakukan. Ternyata saat bertanding bulu tangkis, dirinya tidak merasakan daya tahan yang lebih baik dari biasanya.

”Saat diperiksa secara medis, ternyata saya kaliren. Asupan makanan saya kurang untuk porsi yang lebih berat itu,” tuturnya disambut tawa peserta. 

Kegiatan yang diikuti antara lain para pelatih olahraga disabilitas dari 35 kota/kabupaten itu digelar National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Jateng bekerja sama dengan Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jateng. Pada acara yang diselenggarakan Rabu-Jumat (10-12/7) itu menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi kepelatihan.

Pemateri lain, Slamet Widodo menyebut, atlet-atlet top dunia harus melakukan latihan terprogram untuk mencapai kemampuan fisik maksimal. Dia menyebut beberapa contoh atlet-atlet dunia seperti pesepak bola Cristiano Ronaldo dan sprinter Usain Bolt yang memiliki fisik kekar dengan otot-otot bagus.

”Atlet difabel juga demikian. Sprinter NPCI Sapto Yoga dan perenang Jendi Pangabean juga memiliki fisik bagus, meski memiliki kelemahan pada salah satu bagian tubuhnya. Hal itu karena metode dan program latihan yang baik dan maksimal, sehingga prestasinya juga bagus,” ujar Slamet yang juga dosen FKor UNS.

Karena itu, para pelatih harus mampu memberikan porsi latihan dengan metode yang tepat dan diterapkan secara benar, sehingga atlet-atletnya bisa mencapai kemampuan maksimal.(D11-21)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


yozgat escort kars escort tokat escort osmaniye escort bayburt escort afyon escort kahramanmaraş escort çorum escort fethiye escort kastamonu escort balıkesir escort erzurum escort sivas escort düzce escort ordu escort manavgat escort burdur escort adıyaman escort aydın escort giresun escort mardin escort kutahya escort şanlıurfa escort yalova escort van escort kırklareli escort bilecik escort karaman escort muğla escort zonguldak escort