Laser dan Cell Therapy Perbaiki Tampilan dan Fungsi Seksual Wanita Menopause

-Terapi laser vagina yang dikombinasikan dengan activated PRP (Platelet-Rich Plasma) mampu mengatasi gangguan yang dialami wanita menopouse. Beberapa gangguan, terutama gangguan berkemih, dryness dan gatal pada vagina dapat diatasi dengan metode laser dan cell therapy ini.

Dr. Fernandi Moegni, Sp.OG(K), dokter spesialis Obstetri Ginekologi konsultan Uroginekologi Rekonstruksi Klinik Hayandra dan Klinik Moegni menyampaikan hal itu saat Webinar untuk awam bertema ‘Menjaga Kesehatan dan Fungsi Seksual Wanita’ yang diselenggarakan oleh PP Ikatan Apoteker Indonesia bersama klinik Hayandra, Minggu (18/10). Webinar sekaligus menandai diluncurkannya Center Menopause dari Hayandra.

Dalam kesempatan tersebut, dr Fernand menjelaskan, gangguan berkemih yang paling umum terjadi pada kaum menopause adalah kencing berulang yang disebabkan kekurangan hormon estrogen, serta kencing bocor saat batuk, bersin dan beraktivitas akibat dari kelemahan struktur jaringan dinding vagina. Teknologi kesehatan terkini utk mengatasinya dapat dilakukan melalui terapi Laser Vagina yang dikombinasi dengan activated PRP (Platelet-Rich Plasma) yang diproses secara khusus, yang sangat membantu pertumbuhan serta penguatan struktur jaringan dinding vagina, maupun penanganan dryness dan gatal pada vaginal atrophy (penipisan dinding vagina) pada kondisi kurang hormon. Untuk kencing bocor dengan gejala berat dapat dilakukan terapi pemasangan pita melalui vagina yang berbasis one day care tanpa rawat inap. “Teknik non invasive dan mutakhir semacam ini membuat pasien nyaman beraktivitas seperti biasa pasca terapi,” tutur dr. Fernandi.

Dikatakan, seiring dengan peningkatan usia, akan terjadi proses penuaan (aging). Salah satu proses aging normal pada wanita akan bermanifestasi menjadi fase menopause. Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO), pada tahun 2000, total populasi wanita yang mengalami menopause di seluruh dunia mencapai 645 juta orang, tahun 2010 mencapai 894 juta orang dan diperkirakan pada tahun 2030 akan mencapai 1,2 milyar orang. 

Menopause merupakan tahap akhir proses biologis pada wanita, di mana menstruasi telah berhenti selama 1 tahun dan kemampuan reproduksi telah berakhir. Terjadinya perubahan hormonal berupa penurunan produksi hormon seks wanita yaitu estrogen dan progesteron, kerap diikuti dengan berbagai gejala yang mengganggu, seperti hot flashes(rasa kepanasan), kulit kering, perubahan mood, sulit tidur, serta menurunnya kelenturan organ intim disertai drynessyang mengganggu fungsi seksual wanita.

Pada kesempata tersebut dr. Anggara Mahardika, SpOG, menerangkan bahwa menopause akan dialami oleh seluruh wanita. “Gejala menopause terdiri dari 3 bagian, yaitu gejala somatik seperti nyeri sendi, vagina kering, dyspareunia atau nyeri berhubungan intim, lalu gejala vasomotor seperti keringat malam & hot flashes, serta gejala psikis seperti insomnia dan mood swing.” Dr. Anggara menerangkan, tatalaksana untuk keluhan-keluhan ini dapat berupa terapi non hormonal seperti pengaturan pola makan, asupan suplemen, serta dapat  berupa pemberian terapi hormon. “Perlu diingat bahwa walaupun pemberian terapi hormon memiliki keuntungan menekan gejala menopause serta mengurangi resiko osteoporosis, namun terdapat pula peningkatan resiko terjadinya kanker rahim dan kanker usus besar. Sehingga pemeriksaan yang komprehensif dalam suatu center menopause akan sangat menolong para wanita usia menopause untuk mendapatkan terapi yang terbaik.”

Apt. Nina Indarwaty, S.Farm., menguatkan tentang perlunya pengaturan pola makan serta asupan suplemen kalsium dan vitamin D3, termasuk mencermati kegunaan nutraceutical (terapi herbal) dan isoflavone dalam penatalaksanaan keluhan akibat menopause. ”Kekurangan vitamin D pada wanita menopause dapat memperburuk kondisi osteoporosis, serta menurunnya sistim pertahanan tubuh sehingga meningkatkan resiko penyakit kanker. Menurut literatur, pemberian rutin vitamin D3  dosis 2000-4800 IU/hari dapat memperbaiki defisiensi vitamin D & mempertahankan kadar normal D3 dalam darah,” ungkapnya lebih lanjut.

Proses rejuvenasi atau peremajaan sel menjadi faktor penting dalam ilmu anti aging. Dr. dr. Karina, SpBP-RE, doktor bidang ilmu biomedik, spesialis bedah plastik, CEO Klinik Hayandra serta staf pengajar FK UPN Veteran Jakarta, mengungkapkan bahwa berbagai literatur telah menunjukkan bahwa terapi sel mutakhir seperti stem cellstromal vascular fraction (SVF), platelet-rich plasma (PRP) maupun immune cell therapy (ICT), kesemuanya berperan penting bagi wanita usia menopause, bahkan dapat menurunkan resiko osteoporosis serta berbagai penyakit degeneratif.  “Tak hanya itu, teknologi minimal invasive seperti laser dan fat graft atau transfer lemak yang dipadukan dengan cell therapy, baik ke wajah, tangan yang mulai keriput dan bahkan ke area intim wanita, ternyata tidak hanya memperbaiki penampilan tapi juga memperbaiki kontur kulit dan elastisitas jaringan. Mengapa? Karena stem cell yang terbawa di lemak tersebut akan bekerja memperbaiki jaringan tempat lemak ditanamkan,” jelas Dr. Karina.

Menyadari akan pentingnya layanan komprehensif bagi wanita usia menopause, Klinik Hayandra meluncurkan “Center Menopause” dengan layanan berteknologi canggih seperti cell therapy, deteksi dini kanker melalui pemeriksaan DNA, pemeriksaan hormon, laser rejuvenasi dan rekonstruksi area intim, endometrial sampling biopsy, USG 4 dimensi untuk mendeteksi kelemahan otot dasar panggul serta layanan estetik.(tn) 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


yozgat escort kars escort tokat escort osmaniye escort bayburt escort afyon escort kahramanmaraş escort çorum escort fethiye escort kastamonu escort balıkesir escort erzurum escort sivas escort düzce escort ordu escort manavgat escort burdur escort adıyaman escort aydın escort giresun escort mardin escort kutahya escort şanlıurfa escort yalova escort van escort kırklareli escort bilecik escort karaman escort muğla escort zonguldak escort