KPU Diminta Perketat Protokol Kesehatan saat Pilkada

SEMARANG – Anggota Komisi A DPRD Jawa Tengah Tri Mulyantoro meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Tengah untuk lebih memperketat protokol kesehatan di
semua tahapan pilkada. Tujuannya, demi menghindari muculnya klaster baru pandemi Covid-19. Seperti diketahui, pilkada serentak akan tetap digelar pada 9 Desember.

Penyelenggara dan Peserta Pilkada 2020 hendaknya ditekankan untuk melakukan tindakan preventif dalam mencegah potensi ancaman Covid-19. Dalam hal ini, KPU dan Bawaslu sebagai penyelenggara utama, termasuk juga para peserta pilkada.

”KPU dan Bawaslu harus memperketat protokol kesehatan, kalau perlu berikan sanksi hukum yang tegas kepada para pelanggar. Termasuk juga kepada peserta pilkada calon kepala daerah beserta partai pengusung di pilkada 2020,” ujarnya.

Hal ini Mengacu pada Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) Nomor 2 Tahun 2020 tentang Pilkada. Terkait sanksi hukum, menurutnya ini dapat diterapkan seperti yang telah ditetapkan UU No 10 tahun 2016 tentang Pilkada, yang sifatnya administratif dan sanksi yang sifatnya pidana.

‘’Semua pihak harus lebih cermat dan adaptif di tengah kondisi Covid-19 yang belum juga menunjukkan tren menurun,’’katanya.(H81-45)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


yozgat escort kars escort tokat escort osmaniye escort bayburt escort afyon escort kahramanmaraş escort çorum escort fethiye escort kastamonu escort balıkesir escort erzurum escort sivas escort düzce escort ordu escort manavgat escort burdur escort adıyaman escort aydın escort giresun escort mardin escort kutahya escort şanlıurfa escort yalova escort van escort kırklareli escort bilecik escort karaman escort muğla escort zonguldak escort