Kostum Naya Gimbal Jadi yang Terbaik

REMBANG – Kostum karnival bertemakan laskar Naya Gimbal meraih terbaik pertama di Grand Final Metamorfosa Batik Tulis Lasem 2019 yang digelar Minggu (1/12) malam di Alun-alun Rembang. Kostum karya perajin Miin dari Sketsa Karnival Tasikagung itu menyisihkan 23 kostum lain yang mengikuti Metamorfosa Batik Tulis Lasem 2019.
Kostum karnival yang diperagakan Nana M dengan tema Putri Lasem dari MAN 2 Rembang dan kostum karnival yang diperagakan oleh Agnes dari SMP Negeri 3 Lasem masing-masing memperoleh peringkat kedua dan ketiga. Dua kostum lainnya yang diperagakan Negro P Firdaus karya Sanggar Mbah Joget Sendang Asri Lasem dan kostum yang diperagakan Siti Komariyah dari MAN 2 Rembang memperoleh predikat keempat dan kelima.
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinperindagkop UKM), Akhsanuddin mengatakan Grand Final Metamorfosa Batik Tulis Lasem 2019, Minggu (1/12), digelar bersamaan dengan pameran karya produk asli Kabupaten Rembang bertajuk: Aku Rembang, Aku Bisa.
Sebelum Grand Final Metamorfosa Batik Tulis Lasem, pihaknya sejak Minggu pagi menggelar sejumlah kegiatan seperti senam sehat, workshop peningkatan mutu produk, bazar produk UKM Rembang, fashion show dan lomba kuliner khas Rembang.
”Kegiatan ini kami kemas untuk mendorong masyarakat untuk lebih mencintai produk lokal Rembang. Sehingga produk tersebut dapat berjaya. Karena seperti kita ketahui produk lokal yang berkualitas dan mempunyai daya saing di pasar dalam negeri dan luar negeri,” terang dia.
Peluang Pasar
Bupati Abdul Hafidz dalam sambutannya mengatakan jumlah UKM Kabupaten Rembang hingga tahun 2019 sudah menyentuh angka 41.000. Jumlah yang besar ini, menurut bupati merupakan potensi, sekaligus tantangan bagi Pemkab Rembang. Potensi, karena UKM terbukti mampu menggerakkan perekonomian masyarakat. Sedangkan tantangannya, UKM harus terus berinovasi dan kreatif dalam membaca peluang pasar. ”Ini yang harus terus kita pikirkan dan lakukan langkah-langkah inovatif. Agar UKM di Kabupaten Rembang menguasai semua lini produksi hingga pemasaran secara kreatif,” jelas dia.
Dia juga mengajak anak-anak muda untuk turut memajukan UKM Kabupaten Rembang lewat ide kreatif yang dimiliki. ”Anak muda Rembang harus yakin bisa mengelola sumber daya yang dimiliki Kabupaten Rembang,” tegas dia.
Selain kostum karnival, dalam Grand Final Metamorfosa 2019 kemarin juga menampilkan kategori lomba fashion batik kasual pelajar TK – SD, SMP-SMA dan perajin UKM. Di kategori TK-SD, terbaik pertama diraih oleh Fisya Ainayah (SD I Leteh). Selanjutnya Sheenaraya Kirana (SD 6 Kutoharjo), Nadira Vega Yulianti (SD I Sumberejo), Keyla Avina Nariswari (SD Kabongan Kidul) dan Malika Oseana Sakhi (TK Aisyiah Lasem) meraih terbaik kedua hingga kelima.
Di kategori SMP- SMA, Linda Evangelista (SMA Santa Maria) memperoleh terbaik pertama. Syahada Pangestu (SMP 2 Rembang), Zamaitus Sakdiyah (MAN 2 Rembang), Sefania Modesty (SMP Dorkas Lasem) dan Devina PUtri Mersandi (SMA N 2 Rembang) meraih terbaik kedua hingga kelima.
Di kategori fashion perajin UKM, Titin (Juwita) memperoleh terbaik pertama. Hadi Winarko (Gunung Kendil), Maryati (Gading Kencana) dan Sri Wahyuni memperoleh terbaik kedua hingga keempat. (H19-30)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *