Koperasi Putri Mandiri Didorong Bangkit Lagi

PURWOREJO –Salah satu koperasi yang pernah berjaya di Purworejo, Koperasi Putri Mandiri Purworejo didorong untuk kembali bangkit. Dorongan ini disampaikan Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (KUKMP) setempat saat pelantikan pengurus baru.

Dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) reorganisasi, Purwasih Handayani terpilih menjadi Ketua Koperasi Putri Mandiri Purworejo periode 2019 – 2021 secara aklamasi. Purwasih akan dibantu Wakil Ketua Nurniati, sekretaris Sri Aminah, bendahara Ami Sarani dan Suparwati, serta Dewan pengawas Elly Nurul Setyawati, Nurhayati dan Maini. Pelantikan dilakukan oleh Kepala Dinas KUKMP yang diwakili Kabid Koperasi, Sudarto, di Aula PKK Kabupaten Purworejo, kemarin.

Sudarto mengatakan, untuk mewujudkan koperasi yang maju, diperlukan dukungan dari semua anggota. Termasuk mempertahankan anggota yang ada, bahkan harus diupayakan bisa bertambah. Jika anggota koperasi berkurang dan terus menurun maka Koperasi bisa dibubarkan.

“Koperasi ini (Putri Mandiri Purworejo) memiliki nilai historis yang merupakan tinggalan Bu Supanto dan Bu Gurnito, sekarang bagaimana pengurus bersama anggota agar lebih gumregahlagi untuk menghidupkan koperasi ini yang dulu pernah sangat hebat,” pinta Sudarto.

Selama ini, lanjut Sudarto, Koperasi Putri Mandiri ini sudah menjadi percontohan, karena anggotanya dari berbagai latar belakang, antara lain dari kalangan pegawai, pedagang, pengusaha, dan sebagainya. Oleh karena itu, koperasi ini sebetulnya menjadi garda terdepan untuk menjadi contoh di Purworejo.

“Reorganisasi ini telah menghasilkan pengurus, yang tentunya akan menyelesaikan PR yang ada termasuk piutang yang macet. Dengan adanya pengurus baru diharapkan akan lebih mengembangkan koperasi dan juga menyejahterakan anggota,” harapnya.

Hartiti selaku Ketua lama mengungkapkan, pada 2017 koperasi ini memiliki 482 anggota dan pada 2018 sebanyak 480 anggota. Bidang usaha yang dimiliki antara lain simpan pinjam, unit toko Baledono, toko UKM Mart, dan kios Pasar Suronegaran.

Menurutnya, ada beberapa permasalahan yang dihadapi, seperti adanya anggota yang tidak membayar simpanan wajib dan masih ada tunggakan piutang. Berbagai upaya sebenarnya telah dilakukan.

Dewan Pengawas Elly Nurul Setyawati menyampaikan, dari 480 anggota kebanyakan tidak aktif, sehingga perlu dipikirkan kembali agar bisa hebat lagi seperti pada awal berdiri 1983 dan telah memiliki aset cukup besar. Ia juga meminta agar lebih teliti dalam memberikan pinjaman dengan melihat track record calon peminjam.

Purwasih Handayani yang juga menjabat sebagai sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Purworejo mengatakan, dalam waktu dekat akan mengadakan rapat terutama membahas tentang penyelesaian piutang, mengaktifkan kembali anggota, dan memaksimalkan usaha yang ada.(H87-26)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


yozgat escort kars escort tokat escort osmaniye escort bayburt escort afyon escort kahramanmaraş escort çorum escort fethiye escort kastamonu escort balıkesir escort erzurum escort sivas escort düzce escort ordu escort manavgat escort burdur escort adıyaman escort aydın escort giresun escort mardin escort kutahya escort şanlıurfa escort yalova escort van escort kırklareli escort bilecik escort karaman escort muğla escort zonguldak escort