Konser Dongeng 4: Meriah dan Mengharu Biru.

Jakarta, Suaramerdeka.News— Apa yang dijanjikan benarbenar dilunaskan. Demikianlah yang terjadi dalam Konser Dongeng 4, di Indonesia Convention Center (ICE) BSD, Tangerang Selatan, Sabtu, (21/12) malam. Nama tenar Naura di kalangan anakanak, membuat konser dalam rangkaian acara ICEFEST 2019 itu, disesaki ribuan Kawan Naura — sebutan fans Naura.

Tempat konser di Tangerang Selatan yang notabene jauh dari Jakarta, juga hujan lebat disertai badai yang sempat melanda Jakarta, Tangerang dan sekitarnya sebelum konser, tidak menyurutkan animo Kawan Naura menggeruduk Konser Dongeng 4.

Benar saja. Bahkan ketika jam baru menunjukkan pukul 17.00 WIB, antrian sudah mengular panjang di berbagai kelas pertunjukan. Jarak dan cuaca seperti tidak ada artinya bagi Kawan Naura. Sepanjang dapat mendatangi dan menonton Konser Dongeng edisi pamungkas ini.

Benar saja. Saat Naura mulai terangkat ke atas langitlangit tempat konser, via daya angkat tali sling di depan panggung, tepat pukul 19.30 WIB, pecahlah arena pertunjukan, oleh histeria Kawan Naura.

Dengan rasukan berwarna merah, layaknya peri, Naura “terbang” ke tengah panggung, sembari menyanikan single pembuka “Dongeng”. Sembari sesekali melambai sebagai bentuk sapaan kepada Kawan Naura. Single pembuka purna, mengalir berikutnya lagu “Lakukan Dengan Cinta” dan “Hari Ini Indah”.

Naura “terbang” di Konser Dongeng 4. (Kang Yayat/SMNews).

Setelah itu, basa basi mulai diuluk Naura. “Met malem semua, terima kasih sudah dateng di Koser Dongeng 4, semoga sembari kesan mendalam ya, ” kata Naura mengutarakan perasaannya dari atas panggung. Yang menurut dia, sangat campur baur. Kombinasi antara seneng, haru dan bangga jadi satu.

Ihwal perasaan haru, dalam kesempatan temu wartawan, Naura mengaku keharuannya berpuncak karena seiring waktu dia tidak lagi menjadi anakanak. Sebagaimana sunatullah , Naura telah beranjak remaja, dan mendewasa. Demikian halnya dengan Kawan Naura. Oleh karena itu, dia ingin tumbuh dan berkembang dengan Kawan Naura, saling mengisi dan melengkapi.

Dengan dukungan lay out panggung yang luar biasa mewah berkelir putih. Pepak dengan kehadiram telnologi LED, dan lighting yang apik, membuat konser inisiasi Merah Putih Production itu, seperti menebus jerih payah Kawan Naura, yang menonton konser itu.

Tata Lampu dan LED apik di Konser Dongeng 4. (SMNews/ Kang Yayat)

Terlebih saat single selanjutnya seperti Mendengar Alam, Harmoni dan Berani Bermimpi dinyanyikan, kemeriahan seperti berlipat hadirnya. Dengan dukungan penari latar yang apik, juga kostum dan musik pengiring dari Ava Orchestra di bawah komando Ava Victoria, membuat konser Dongeng Naura 4 seperti dongeng sebenarnya.

Meski tentu saja, tetap ada kekurangannya. Saat sesi Broadway, yang terdiri dari sejumlah kawan Naura yang berkesempatan samasama pernah belajar di Broadway AS, naik ke atas panggung. Pada sesi ini sound system nya nyaris tak terdengar, kalaupun sampai ke telinga penontonnya, sangat buruk sekali kualitasnya.

Sehingga pesan lagu yang hendak disampaikan, tidak sampai ke telinga penikmatnya. Apa boleh buat, ke-Broadway- an sesi Broadway ini seperti percuma. Tapi kita maklum, kekurangan sebuah pertunjukan karena kendala teknis, adalah bagian dari kesempurnaan pementasan itu sendiri. Dan itu tetap tidak mengurangi kemeriahan Konser Dongeng 4.

Selebihnya, menyaksikan konser yang juga melibatkan keluarga the Baldy’s. Yang terdiri dari Baldy Mulia, Nola B3, Bevan Putra dan Neona Ayu. Adalah menonton sebuah keluarga yang mampu merawat keluarganya dengan cinta, lewat lagu.

Keluarga The Baldy’s. (SMNews/Kang Yayat).

Dan ini juga tak kalah penting.
Sebagaimana konser Dongeng lainnya, Neona adalah keistimewaan. Kehadirannnya selalu membawa serta keriaan. Kepolosan juga instingtifnya selalu menghebohkan suasana. Pada saat Neona jelma di panggung Naura, tawa pasti ikut serta. Ya, Neona adalah energi tawa yang tak ada habisnya.

Neona and her gank’s. (SMNews/Kang Yayat).

Sisanya, Konser Dongeng 4 adalah semacam konser pamitan Naura di penghujung tahun 2019, dari dunia anakanak. Tersebab Naura mau menjelang remaja dan dewasa. Oleh karenanya, banyak air mata di sana. Terutama air mata Naura.

Yang banyak berterima kasih kepada Kawan Naura, keluarga, orangorang dekat, juga kepada kakek dari pihak ayah, yang sudah wafat dan tidak sempat menyaksikan mewujudkan mimpi Naura: menyaksikannya menyanyi di atas panggung.

Ya, Naura tidak percaya dia sampai sejauh ini. Meraih popularitasnya di usia belia. Meski sepenceritaan Nola B3, ibunya, “Awalnya iseng ya kak. Kami hanya nyanyi berdua . Tautau sampai di sini,” katanya sembari menyebut sejumlah pencipta lagu Naura. “Yang membuat lagulagu indah untuk Naura, ” pungkas Nola B3.

Jangan cepat dewasa Naura. Demikian pesan Nola B3 pada salah sebuah lagunya. Yang selalu membuatnya menderaskan air mata, saat menyanyikannya. Juga pada malam itu. Menjadi dewasa itu tidak mudah, meski niscaya. (benny benke-69).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *