Kolaborasi Tiga Kampus Manfaatkan Limbah Tahu

SEMARANG – Tahu merupakan salah satu makanan yang digemari masyarakat. Selain karena murah dan bisa diolah menjadi berbagai produk pangan yang lezat, tahu juga memiliki kandungan gizi yang tinggi.

Pasar yang prospektif ini, menurut dosen Jurusan Teknik Kimia Unnes Dr Ratna Dewi Kusumaningtyas ST MT, menjadikan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang bergerak di bidang produksi tahu berkembang pesat di Indonesia, khususnya di Jawa Tengah. Di Kota Semarang, UMKM produksi tahu tersebar di beberapa lokasi, seperti Tandang, Lampersari, dan Sumurrejo.

Perkembangan UMKM tahu merupakan hal yang menggembirakan, namun di sisi lain seringkali menghadapi permasalahan lingkungan hidup terkait dengan limbah cair yang dihasilkan.

Limbah cair industri tahu dihasilkan dalam jumlah yang banyak, memiliki nilai Chemical Oxygen Demand (COD) dan Biological Oxygen Demand (BOD), sehingga menjadi polutan organik bagi air tanah serta menimbulkan bau tidak sedap jika langsung dibuang ke lingkungan atau ke sungai. Masalah pencemaran limbah cair tahu ini masih sangat banyak ditemui dan belum sepenuhnya teratasi.

Berangkat dari persoalan itu, melalui kegiatan yang didanai program Global Challenge Research Fund, tim peneliti dari tiga perguruan tinggi di Jawa Tengah yaitu Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Universitas Negeri Semarang (Unnes), dan Universitas Sebelas Maret (UNS) berkolaborasi dengan Aberystwyth University (United Kingdom), mengembangkan teknologi pemanfaatan protein dari limbah cair industri tahu.

Teknologi yang ditawarkan adalah metode penggelembungan (foaming) untuk pengambilan protein dari limbah cair tahu, sehingga protein yang diambil dapat dimanfaatkan. Dengan demikian, limbah cair yang dibuang ke lingkungan dapat memenuhi persyaratan sesuai regulasi yang berlaku.

Selain melakukan penelitian, dilakukan pula diskusi-diskusi, salah satunya digelar di Hotel NEO Semarang, baru-baru ini. Fokus Group Discussion (FGD) tentang ”Pemanfaatan Protein dari Limbah Cair Industri Tahu” itu diselenggarakan atas kerja sama Tim Peneliti Global Challenge Research Fund dan Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang (Unnes).

Sebagai narasumber FGD adalah Sri Wahyuni SH MM. Kepala Bidang Pengawasan dan Pemberdayaan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Semarang itu menyampaikan materi tentang regulasi dan kondisi terkini limbah cair tahu di Kota Semarang.

Ada pula Dr Ari Diana Susanti ST MT (UMS) yang memaparkan tentang serba-serbi pembuatan tahu dan limbahnya, Denny Vitasari ST MSc PhD (UMS) memaparkan tentang teknologi gelembung untuk pengambilan protein dari limbah cair tahu, dan Dr Ratna Dewi Kusumaningtyas yang menyajikan pemberian keterampilan pembuatan pupuk organik dan biopestisida dari limbah cair tahu.

FGD dihadiri perwakilan UMKM pembuatan tahu di wilayah Tandang, Jomblang, dan Sumurrejo Kota Semarang, perwakilan Halal Centre dari berbagai perguruan tinggi di Kota Semarang, akademisi lintas bidang ilmu, dan mahasiswa.

Pada sesi tersebut juga dilakukan praktik aplikasi sederhana teknologi gelembung yang diikuti peserta.

Ketua Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik UNNES Dr Wara Dyah Pita Rengga ST MT menyatakan, FGD itu merupakan sarana untuk menyinergikan program kegiatan penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan para peneliti di perguruan tinggi dengan pelaku usaha (UMKM tahu) dan pemerintah terkait (Dinas Lingkungan Hidup).

Dr Ratna Dewi Kusumaningtyas yang juga ketua panitia kegiatan menambahkan, sinergi ini diharapkan dapat menghasilkan teknologi tepat guna yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat khususnya pelaku usaha tahu. Juga mudah dan murah untuk diaplikasikan, dapat mengatasi persoalan pencemaran lingkungan, dan bisa memberikan nilai tambah terhadap limbah cair tahu, sehingga limbah dapat diubah menjadi berkah.

Adapun kelanjutan dari kegiatan ini adalah workshop pelatihan teknologi foaming yang akan diselenggarakan di Surakarta oleh tim UMS dengan menghadirkan narasumber utama Prof Simon Cox, Kepala Departemen Matematika Aberystwyth University. (D7-27)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


yozgat escort kars escort tokat escort osmaniye escort bayburt escort afyon escort kahramanmaraş escort çorum escort fethiye escort kastamonu escort balıkesir escort erzurum escort sivas escort düzce escort ordu escort manavgat escort burdur escort adıyaman escort aydın escort giresun escort mardin escort kutahya escort şanlıurfa escort yalova escort van escort kırklareli escort bilecik escort karaman escort muğla escort zonguldak escort