“Kmalasana” Ketenangan Dewa Budjana.

Jakarta, Suaramerdeka.News — Sahih dengan apa yang dikatakan Thomas Alfa Edison. Yang mengatakan, “Jika pikiran terbaik dihasilkan dari ketenangan atau keheningan. Sebaliknya, buah pikir terburuk dihasilkan dari (suasana) kekacauan”. The best thinking has been done in solitude. The worst has been done in turmoil

Oleh karenanya Dewa Budjana menawarkan single terkininya bertajuk “Kmalasana” yang secara filosofis, mengusung pesan, menawarkan ketenangan (kehingan) kepada pendengarnya.

Atau dalam bahasanya, “Kmalasana”, yang dimaksudkan sebagai single pertama dari Naurora, album kolaborasi antara Dewa Budjana dengan beberapa musisi internasional ternama.

Di Mana Budjana mengajak Simon Phillips drummer legendaris mantan personel band Who, Mick Jagger hingga Toto, dan Carlitos Del Puerto, bassis kelahiran Cuba, pemenang Grammy Awards. Dan pernah bekerjasama dengan Bruce Springsteen dan banyak nama sohor lainnya.

Dengan harapan, dapat menghasilkan kualitas musikal dari sejumlah persona, yang secara teknis, “sudah selesai dengan urusan teknik musik”.

Dengan demikian, sepenerangan Dewa Budjana dalam rilis secara virtual single yang bernaung di bawah label Mehsada. Label rekaman berbasis di Jakarta yang merupakan bagian dari Kakiatna Indonesia Group. Akan menghasilkan kualitas musikal yang prima dan purna.

“Apa ya, secara filosofis suara, nada, dan harmoni yang keluar dari Kmalasana, saya harapkan menjadi refleksi atas pandemi saat ini. Sekaligus bisa menjadi penenang buat pendengarnya,” katanya, Rabu (21/12020) petang.

Rilis single “Kmalasana” Ketenangan Dewa Budjana, di Jakarta, Rabu (21/10/2020). (SMNews/Bb).

Budjana menambahkan, secara linguistik, Kmalasana diarangkum dari asal bahasa Kemala (batu yang Indah) dan Ansana (sikap). “Tapi, dalam perkembangannya, ternyata saya menemukan (diksi) Kmalasana adalah sebuah desa di cerita Negara Kertagama,” katanya.

Ketenangan, masih menurut Budjana, sangat penting dalam kondisi pagebluk, yang menggebuk siapapun di Dunia ini. Juga para musisi seperti dirinya.

Yang terpaksa menghentikan sejumlah skedul kreatif yang telah disusunya. “Tapi tidak menghentikan kreatifitas saya. Saya meniatkan menggarap single ini seperti sekolah saja. Jadi harus selesai dalam kondisi apapun. Juga dalam masa pandemi,” katanya.

Hal senada dikatakan Dani Rahadian, CEO Mehsada. Yang menuturkan dengan ”Kmalasana” sebagai rilisan pertama dari Mehsada, diharapkan ke depannya label ini dapat lebih banyak membawa musik dengan nilai kedamaian serta ketenteraman kepada khalayak ramai.

“Mehsada memiliki misi untuk melahirkan kembali kesyahduan yang kian menghilang di industri musik Indonesia,” kata Dani tentang single yang mixing dan mastering-nya dilakukan Rich Breen, dari Dogmatic Sound, di Burbank, California, AS ini.

Setelah “Kmalasana”, Mehsada akan merilis tiga single Iainnya dari calon album Naurora setiap bulannya sampai Naurora dirilis penuh di bulan Februari 2021.

“Kmalasana” tersedia di platform musik digital seperti Spotify, Apple Music, dan YouTube. Sedangkan Naurora, rencananya selain akan dirilis dalam bentuk digital, juga akan dirilis dalam bentuk CD, kaset, dan piringan hitam. (Benny Benke -39).



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


yozgat escort kars escort tokat escort osmaniye escort bayburt escort afyon escort kahramanmaraş escort çorum escort fethiye escort kastamonu escort balıkesir escort erzurum escort sivas escort düzce escort ordu escort manavgat escort burdur escort adıyaman escort aydın escort giresun escort mardin escort kutahya escort şanlıurfa escort yalova escort van escort kırklareli escort bilecik escort karaman escort muğla escort zonguldak escort