KLASIFIKASI DISABILITAS: Seorang petugas klasifikasi disabilitas mengecek seorang atlet sebelum Kejurprov NPCI Jateng, beberapa waktu lalu.(21)
- Olahraga

Klasifikasi Disabilitas Olahraga Bakal Dilatihkan

  • Guna Memetakan Potensi Atlet Sejak Dini

SOLO – Klasifikasi atlet dalam olahraga disabilitas bakal dilatihkan. Transformasi pengetahuan dan pendalaman materi klasifikasi disabilitas itu rencananya digelar National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Jateng di Solo, 26-28 September mendatang.

”Pelatihan klasifikasi atlet difabel dilakukan agar tenaga klasifikasi atau klasifier NPCI di daerah-daerah lebih memahami, serta dapat memetakan potensi atlet sejak dini,” kata Ketua Umum NPCI Jateng, Osrita Muslim di sekretariat kompleks Stadion Manahan Solo, Selasa (10/9).

Dia menambahkan, kemunculan para atlet selalu berawal dari daerah. Jika potensi mereka mulai terdeteksi misalnya melalui event kejurprov maupun multievent Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (Peparpeda) dan Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) Jateng, maka selanjutnya atlet-atlet itu digembleng di tingkat provinsi jika ada pelatda. Kalau potensinya luar biasa, bisa jadi direkrut bila ada pelatnas.

”Seadainya pengurus di daerah lebih awal mengetahui klasifikasi disabilitas sang atlet, maka akan lebih bagus karena bisa mengarahkan sejak dini. Potensinya dapat ditingkatkan lebih awal oleh pelatih masing-masing,” tutur Osrita.

Sekretaris NPCI Jateng Priyano menambahkan, pelatihan tersebut akan mengundang perwakilan tenaga klasifikasi dari seluruh kota/kabupaten di provinsi itu. Mereka bakal diberi bekal pada pelatihan yang menghadirkan sejumlah klasifier berpengalaman.

”Ada dokter klasifikasi yang menjadi narasumber. Selain itu kalangan praktisi beberapa cabang olahraga disabilitas yang turut menyampaikan materi. Ini sangat penting guna meningkatkan dan mengembangkan kemampuan SDM di jajaran NPCI seluruh daerah,” ujarnya.

Materi klasifikasi beberapa cabang yang sudah populer menjadi bagian dalam pelatihan tersebut. Priyano menyebut cabang-cabang itu antara lain atletik, renang, tenis meja dan bulu tangkis.

”Bagi cabang-cabang lain, nanti tetap disampaikan materi klasifikasinya, meski belum secara spesifik. Tentu kami ingin terus mengembangkan pengetahuan dan keterampilan mengenai klasifikasi disabilitas dalam olahraga ini,” tambah dia.(D11-21)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *