BLORA -Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinnaker) Blora dinilai berprestasi. UPT yang rutin menggelar pelatihan keterampilan bagi pencari pekerjaan itu pun mendapatkan penghargaan sebagai juara ketiga tingkat Jawa Tengah dalam hal kinerja.
Penghargaan tersebut diterima UPT BLK Blora dalam rapat koordinasi (rakor) dan evaluasi kegiatan UPT/UPTD BLK binaan Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Semarang di Yogyakarta, Kamis (10/10). “Alhamdulillah, kami mengikuti rakor dan evaluasi kegiatan UPT/UPTD BLK Binaan BBPLK Semarang. Pada acara tersebut UPT BLK Blora mendapatkan penghargaan kinerja terbaik ketiga se-Jawa Tengah,” ujar Amik Kristanti, Jumat (10/10).
Dijelaskannya, indikator penilaian dari penghargaan kinerja tersebut antara lain laporan keuangan, ketepatan waktu pelaporan setiap selesai tahap pelatihan, pelaporan sesuai dengan yang telah ditentukan dan penyerapan anggaran.
Predikat kinerja terbaik pertama wilayah Jawa Tengah diraih Kota Semarang. Adapun terbaik kedua diperoleh Kota Pekalongan dan Kabupaten Blora. “Penilaian tersebut diikuti seluruh UPT/UPTD BLK kabupaten dan kota di Jawa Tengah,” tuturnya.

Selain dari Jawa Tengah, dalam rakor di Yogyakarta itu diserahkan pula penghargaan kinerja terbaik UPT/UPTD kabupaten dan kota di Jawa Timur. Predikat kinerja terbaik pertama dari Provinsi Jawa Timur diraih Kota Surabaya.
Disiplin
Terbaik kedua diperoleh Kabupaten Probolinggo dan juara ketiga direbut Kabupaten Sampang. UPT/UPTD BLK Jawa Timur termasuk wilayah bagian utara binaan BBPLK Semarang. Penghargaaan diserahkan oleh Kepala BBPLK Semarang Edy Susanto. “Tentu kami bersyukur sekaligus bangga atas diraihnya penghargaan tersebut. Penghargaan itu menjadi penyemangat bagi kami untuk bekerja lebih baik lagi,” tandasnya.
Dalam menggelar pelatihan keterampilan, BLK Blora kerap melibatkan pihak lain. Dalam Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kerja Berbasis Kompetensi misalnya. Tak hanya dibekali dengan pelatihan keterampilan sesuai kompetensinya masing-masing,para peserta juga ditempa dengan pendidikan fisik, mental, dan disiplin (FMD). Instruktur dari kalangan anggota TNI melatih kedisplinan para peserta pelatihan. (H18-39)