Ketidakefektifan Bagi-Bagi Uang

Oleh Dr Purwoko

UANG triliunan rupiah telah dan terus akan dibagi-bagikan kepada masyarakat, dengan bungkus program penanggulangan dampak pandemi Covid-19. Paling tidak ada 6 program pemerintah membagi-bagi uang, yaitu Bantuan Sosial Tunai, Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa, Kartu Pekerja, dan BLT UMKM serta subsidi upah bagi pekerja. Belum lagi program dalam bentuk bukan uang, seperti bantuan sembako, bantuan kuota internet, dan listrik gratis. Program-program tersebut sebagian merupakan obat kaget bagi pemerintah ketika pertumbuhan ekonomi yang anjlok ke angka -5,32. Sebuah pencapaian yang buruk dan jauh dari ekspektasi pemerintah. Seberapa efektifkah program bagi-bagi uang tersebut?

Dengan program bagi-bagi uang tersebut, pemerintah telah mengajari masyarakat untuk hidup konsumtif, karena bantuan-bantuan tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan konsumsi masyarakat. Mengapa pemerintah tidak memilih program yang dapat menciptakan masyarakat produktif. Hanya karena pertumbuhan ekonomi yang merosot tajamlah pemerintah berharap uang-uang tersebut secara cepat diharapkan dapat meningkatkan nilai konsumsi masyarakat yang akan memicu laju pertumbuhan ekonomi. Tampaknya pemerintah terlalu berambisi untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi secara cepat, padahal bagibagi uang tunai itu tidak berefek panjang terhadap perekonomian masyarakat. Hanya sekejap uang itu habis tak berbekas.

Pemilihan program bagi-bagi uang hanya akan melahirkan masyarakat pasif dan tidak kreatif. Pemerintah terlalu memanjakan masyarakat, seolah-olah masyarakat sudah tidak bisa bertahan hidup saat pandemi Covid-19 ini. Masyarakat Indonesia sudah sangat teruji dengan situasi susah. Dijajah Belanda selama 3,5 abad dan Jepang 3,5 tahun saja masyarakat masih kuat dan bahkan dapat merdeka. Kegigihan masyarakat melawan penderitaan sangatlah heroik, pantang menyerah.

Jika hanya menghadapi Covid- 19 masyarakat pasti mampu bertahan, namun ketahanan hidup masyarakat justru terganggu dan terbelenggu oleh seabrek peraturan yang ditetapkan pemerintah. Gerah langkahnya sangat terbatas akibat kegaduhan psikis yang dialami masyarakat. Rasa takut dan khawatir disebarkan secara masif, hingga masyarakat terkurung bahkan terpasung aktivitas ekonominya.

Kunci dari pertumbuhan ekonomi bukanlah uang yang dibagibagi pemerintah, tetapi produktivitas masyarakat. Pemerintah harusnya memilih program yang dapat meningkatkan produktivitas, bukan justru menciptakan masyarakat konsumtif.

Secara linier, jika produktivitas masyarakat meningkat, maka nilai konsumtifnya juga meningkat. Mendorong dan menggerakkan usaha-usaha produktif lebih efektif untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daripada triliunan rupiah hanya digunakan untuk dibagibagikan kepada masyarakat. Pemerintah harusnya belajar dari program BLT yang dijalankan sebelum pandemi. Efektivitasnya tidak jelas. Penggunaan uangnya juga tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pokok.

Menggerakkan UMKM

Program bagi-bagi uang merupakan tindakan pemerintah yang bersifat pemborosan dan tidak tepat sasaran, jika pemerintah berharap bantuan itu dapat meningkatkan perekonomian nasional, karena banyak program yang sebenarnya selama ini tidak terlalu dibutuhkan. Seperti program yang baru diluncurkan untuk karyawan yang bergaji di bawah 5 juta rupiah, yang diperuntukkan bagi 15,7 juta karyawan dan menelan anggaran Rp 37,7 triliun bukanlah program yang sangat mendesak. Harusnya pemerintah memilih program yang menyangkut hajat hidup banyak orang, seperti membantu para pelaku UMKM baik yang masih bertahan maupun yang sudah tutup akibat Covid-19.

Program bantuan modal usaha Rp. 2,4 juta kepada 12 juta pelaku UMKM seharusnya menjadi pilihan utama bagi pemerintah, namun yang terjadi justru program itu diluncurkan yang paling akhir. Di Indonesia ada sekitar 59,6 juta UMKM, jadi yang mendapatkan bantuan modal kerja hanya 20%, yang lainnya bagaimana? Mengapa pemerintah tidak memilih program- program yang jelas-jelas menggerakan sektor ekonomi masyarakat. Triliunan rupiah yang dibagi dalam bentuk uang atau barang itu harusnya hanya stimulus dan hanya diberikan kepada fakir miskin sesuai dengan amanat UUD 1945. Membantu fakir miskin tidak harus diberikan dalam bentuk uang, tetapi bisa saja pemerintah membuatkan usaha produktif secara berkelompok sesuai dengan kebutuhannya.

Penanganan fakir miskin yang dilakukan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah adalah turunan dari Pasal 34 Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945). Selama ini kelompok masyarakat yang tergolong fakir miskin hanya diberi uang untuk bantuan hidup, bukan diproduktifkan dengan kegiatan usaha tertentu. Pemerintah melalui lembaga- lembaga pelatihan formal maupun kegiatan-kegiatan informal dapat melibatkan fakir miskin untuk menjadi pesertanya. Ajari dan tuntun sampai fakir miskin itu dapat hidup mandiri.

Yang menjadi aneh dari program bagi-bagi uang selama pandemi Covid-19 ini adalah sasarannya justru kelompok masyarakat yang sebenarnya bukan kelompok yang sangat membutuhkan. Para pengangguran, buruh tani, korban PHK, dan pekerja-pekerja serabutan yang sebenarnya harus disasar oleh program pemerintah. Memberdayakan kelompok masyarakat lemah secara ekonomi tersebut yang harusnya menjadi prioritas pemerintah. Dengan pemberdayaan UMKM secara maksimal pemerintah akan sangat terbantu untuk menggerakkan ekonomi masyarakat. Pemberdayaan bukan hanya ditujukan untuk pelaku UMKM yang sudah berjalan, tetapi pemerintah dapat membantu kelompok masyarakat bawah untuk membuat usahausaha produktif. Bukan justru masyarakat diberi uang untuk keperluan yang tidak jelas dan melahirkan masyarakat pasif dan konsumtif. (37)

—Dr Purwoko MM, dosen MM FEB UAD Yogyakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


yozgat escort kars escort tokat escort osmaniye escort bayburt escort afyon escort kahramanmaraş escort çorum escort fethiye escort kastamonu escort balıkesir escort erzurum escort sivas escort düzce escort ordu escort manavgat escort burdur escort adıyaman escort aydın escort giresun escort mardin escort kutahya escort şanlıurfa escort yalova escort van escort kırklareli escort bilecik escort karaman escort muğla escort zonguldak escort